Sejarah Pohon Natal dan Makna Dibaliknya

Ilustrasi Pohon Natal | Ist
Ilustrasi Pohon Natal | Ist

FORUM KEADILAN – Pohon Natal merupakan simbol yang dikenal dalam merayakan hari Natal di seluruh dunia. Tradisi menghias pohon Natal di rumah telah ada selama bertahun-tahun.

Pohon Natal memberikan kesan perayaan khas dengan hiasan ornamen natal dan lampu.

Pohon Natal pada umumnya terbuat dari pohon cemara, tetapi semakin ke sini mayoritas pohon Natal terbuat dari plastik.

Tradisi untuk menghias Natal menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu terutama jika Anda memiliki tema khusus yang ingin digunakan saat ingin menghias pohon Natal.

Sejarah Pohon Natal

Penggunaan pohon Natal telah menjadi tradisi dan budaya di seluruh dunia dan beberapa elemen kunci semakin berkembang sebagai simbol yang berasal dari tradisi Eropa.

Tradisi pohon Natal bermula dari negara Jerman pada abad ke-16. Masyarakat Jerman Katolik memulai tradisi menghias pohon dengan buah-buahan dan lilin untuk merayakan Natal.

Tradisi ini akhirnya tersebar luas di kalangan Lutheran Jerman pada abad ke-18, namun baru pada abad selanjutnya pohon Natal menjadi tradisi Jerman yang berakar.

Penyeraban ini pada akhirnya masuk di negara Inggris pada awal abad ke-19 yang dipopularkan pada pertengahan abad oleh Pangeran Albert kelahiran Jerman yang merupakan suami Ratu Victoria.

Di Inggris, pohon Victoria ini telah dihiasi dengan mainan dan hadiah kecil, lilin, permen, tali popcorn dan kue mewah yang digantung di cabang dengan pita dan rantai kertas.

Tidak hanya membawa tradisi pohon Natal ini ke Negara Inggris tetapi hingga ke Amerika Utara di awal abad ke-17 dan Austria, Swiss, Polandia dan Belanda.

Pada abad ke-19 dan ke-20 pohon Natal diperkenalkan di Asia yakni China dan Jepang oleh misionaris Barat yang kemudian didesain-desain kertas yang rumit.

Makna Pohon Natal

Pohon cemara yang sering dijadikan sebagai pohon Natal memiliki makna yaitu simbol harapan, kehidupan, dan keteguhan.

Mengutip dari laman history, pohon yang tetap hijau sepanjang musim tersebut tak hanya menjadi sesuatu dekoratif tetapi juga membawa pesan spiritual.

Pohon cemara, memiliki sifat yang tetap tumbuh subur dan hijau di berbagai musim, dimaknai sebagai lambang keteguhan dan keabadian. Saat musim dingin melanda, tetapi hal ini tidak merusak keindahan menjadikan metafora akan kekekalan kasih Yesus terhadap umat manusia.

tidak hanya sebagai lambang harapan saja, pohon cemara juga diyakini sebagai penangkal terhadap energi-energi negatif.

Menjauhkan keluarga dari pengaruh buruk roh jahat dan penyakit yang menjadi kepercayaan masyarakat di berbagai negara.*