Pengamat: Dukungan PA 212 Merugikan Anies-Cak Imin

Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin
Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) disebut akan mendapat dukungan dari organisasi masyarakat (ormas) Persatuan Alumni 212 (PA 212), Front Persaudaraan Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF Ulama).

Dukungan ormas tersebut mengemuka lantaran PA 212, FPI, dan GNPF Ulama tengah menggelar acara Ijtima Ulama pada hari ini, Sabtu, 18/11/2023 di Bogor dan hanya mengundang satu pasangan calon (paslon), yakni Anies-Cak Imin (AMIN).

Bacaan Lainnya

Acara tersebut dilakukan memang untuk menentukan dukungan terhadap Paslon pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Arah dukungan ormas terhadap AMIN juga kian terang benderang dengan masuknya Yusuf Muhammad Martak ke dalam jajaran CO Captain Timnas AMIN. Sebab, Yusuf Martak merupakan Ketua PA 212 dan GNPF Ulama.

Sekretaris Dewan Syuro PA 212 Slamet Maarif turut menguatkan dugaan arah dukungan terhadap AMIN. Dia mengatakan bahwa akan mendukung pilihan politik yang didukung oleh Yusuf Martak.

“Kami semua mendukung penuh dan men-support beliau (Yusuf Martak) untuk berjuang menegakkan kebenaran, berjuang untuk bangsa negara melalui Timses yang beliau pilih. Kami semuanya mendukung penuh dan men-support langkah dan keputusan beliau,” kata Slamet dalam konferensi pers ‘Persiapan Ijtima Ulama’ di Menara Hijau, Jakarta Selatan, Kamis 16/11.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin menilai, arah dukungan ormas tersebut sudah sangat jelas akan mendukung AMIN, karena hanya paslon ini yang diundang dalam acara Ijtima Ulama itu.

“Iya ini sangat jelas ya arah-arah dukungan kelompok 212 itu ya bisa saja ke pasangan AMIN dengan kronologi-kronologi tadi yang disebutkan. Jadi saya melihat itu bentuk dukungan secara nyata, secara jelas dari kelompok 212 atau PA 212 kepada AMIN,” kata Ujang kepada Forum Keadilan, Sabtu, 18/11.

Menurut Ujang, dukungan dari PA 212 dan ormas lainnya diberikan kepada AMIN karena dinilai sejalan dengan kepentingan politik dari ormas tersebut.

“Karena mungkin AMIN sejalan dan sama bisa jadi terkait dengan kepentingan politiknya,” tuturnya.

Namun Ujang mengingatkan bahwa tudingan politik identitas kepada AMIN akan kembali dihidupkan oleh lawan politiknya setelah mendapat dukungan PA 212 dan oramas lainnya, sebagaimana yang terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 silam, di mana Anies yang didukung FPI dituduh memainkan politik identitas dengan mempolitisir agama hingga mengantarkan dia menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021.

Suka tidak suka, tudingan memainkan politik identitas itu akan mencuat. Namun, menurut Ujang, itu sebagai konsekuensi yang harus diterima oleh AMIN. Pola serangan lawan politik AMIN itu dinilai sama sebagaimana serangan kepada Anies saat berlaga di Jakarta.

“Iya kemungkinan besar tuduhan-tuduhan dari lawan politik kepada AMIN yang didukung oleh FPI dan PA 212 itu akan menguatkan lawan politik untuk menuduh, membuat stigma politik identitas ke kubu Anies atau Anies – Cak Imin, bisa jadi seperti itu karena polanya akan sama, serangan itu,” ujarnya.

“Suka tidak suka, senang tidak senang lawan politik akan menyerang kubu Anies dengan politik identitas karena kebetulan ya didukung PA 212 dan kelompok FPI, begitu lah narasi politik kita akan diisi oleh itu,” imbuhnya.

Tudingan politik identitas dari lawan politik dinilai akan merugikan AMIN, pasalnya tudingan tersebut berkaitan dengan afiliasi Islam Kanan atau Islam garis keras. Menurut Ujang, tentu hal itu akan merepotkan AMIN untuk meredam narasi tersebut.

“Tetapi politik identitas yang dituduhkan kepada AMIN ini kan terkait dengan tuduhan Islam kanan atau garis keras, itu sebenarnya yang merepotkan AMIN kan gitu, itu merugikan AMIN,” pungkasnya.*

Laporan M. Hafid