Pesan Gibran: Jangan Jelekkan Paslon Lain, Fitnah-Bully Senyumin Saja

Bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 25/10/2023.
Bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 25/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka meminta pendukungnya untuk tidak menanggapi serangan, bully, hingga fitnah yang ditujukan kepada dirinya maupun bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

“Didiamkan saja, senyumin saja, tidak perlu ditanggapi, tidak perlu dikomentari atau diklarifikasi,” ujarnya kepada ribuan pendukungnya dalam Konsolidasi Koalisi Indonesia Maju di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatra Selatan, Minggu, 12/11/2023.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Solo itu juga meminta untuk tidak menjelekkan pasangan calon (paslon) lainnya.

“Fokus pada kemenangan kita saja, sumbangkan tenaga yang punya tenaga, yang punya komunitas silakan sebarkan virus positif ke komunitasnya, yang di sosmednya banyak follower┬ásebarkan konten-konten positif. Jangan tanggapi hal-hal negatif, jangan dibalas serangan-serangan kepada kita,” ujarnya.

“Pokoknya kita lebih banyak diam tapi banyak bekerja. Kalau ada serangan, komentar negatif dan lain sebagainya tidak perlu ditanggapi, dikomentari atau diklarifikasi. Kita perbanyak kerja saja,” tambahnya.

Gibran juga menyampaikan hal serupa saat memberikan arahan dalam acara konsolidasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Graha Wangsa, Lampung, Sabtu, 11/10.

“Sekarang ini banyak serangan-serangan fitnah, tidak perlu dilawan. Tidak perlu, senyumin saja,” ucap Gibran.

Gibran meminta seluruh tim pemenangan, relawan, dan pendukungnya, bersama dengan Prabowo, untuk fokus mengawal lembaga survei.

“Kalau bapak ibu lihat atau baca rilis dari lembaga survei, kalau (hasilnya) jelek, berarti kita harus kerja keras lagi,” pungkas Gibran.*