Relawan Anak Kemarin Sore: Generasi Muda dan Politik Indonesia

Aktivis politik dan koordinator kelompok relawan pemuda yang dikenal sebagai "Anak Kemarin Sore", Frank Wawolangi | Dok. Forum Keadilan
Aktivis politik dan koordinator kelompok relawan pemuda yang dikenal sebagai "Anak Kemarin Sore", Frank Wawolangi | Dok. Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Dalam podcast “Forum NGOPDAR” kali ini, aktivis politik dan koordinator kelompok relawan pemuda yang dikenal sebagai “Anak Kemarin Sore,” Frank Wawolangi, berbagi pandangannya tentang keterlibatan generasi muda dalam politik Indonesia.

Selama diskusi tersebut, Frank menekankan pentingnya keterlibatan pemuda, gaya kepemimpinan yang unik dari Prabowo Subianto, dan peran kelompoknya dalam mendukung Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden 2024.

Bacaan Lainnya

Anak Kemarin Sore, yang diterjemahkan sebagai “Pemuda Kemarin,” adalah organisasi relawan yang telah mendapatkan momentum, dengan tujuan mendorong partisipasi aktif generasi milenial Indonesia dalam politik.

Kelompok relawan ini baru-baru ini mendapatkan perhatian karena dukungannya terhadap Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden 2024.

Frank memulai dengan membahas keunikan kepemimpinan Prabowo Subianto, menyatakan bahwa tokoh politik senior ini memiliki kemampuan unik untuk menginspirasi dan memberikan platform bagi individu muda untuk terlibat dan berkreasi seoptimal mungkin. Dia menekankan bahwa Prabowo tidak sekadar menawarkan jalan, tetapi juga mendorong pemuda untuk mengambil kendali perahu, yang sangat resonan dengan pemuda Indonesia.

“Kepemimpinan Pak Prabowo itu unik, seorang senior yang sudah pada level seperti Pak Prabowo tapi membuka seluas-luasnya buat anak muda itu buat bergabung dan berkreasi semaksimal mungkin, dan bukan perahu saja dia tawarkan, tapi ayo menjadi Nakhoda dalam perahu ini, itu yang membuat Pak Prabowo unik di mata anak-anak muda,” kata Frank di Forum NGOPDAR, dikutip, Rabu, 1/11/2023.

Frank menjelaskan bahwa kedekatan pemuda dengan Prabowo didasarkan pada dukungan teguhnya terhadap mereka. Prabowo telah memberi kesempatan generasi muda untuk tampil di panggung utama dan membuat kontribusi yang berarti dalam politik. Alih membentuk pendapat, Prabowo memberi pemuda kesempatan untuk berbicara dan memengaruhi keputusan politik.

Namun, dengan deklarasi Gibran sebagai pasangan Prabowo dalam pemilihan presiden 2024, kampanye tersebut menghadapi serangan media sosial yang signifikan. Ketika ditanya tentang serangan-serangan ini, Frank menyarankan bahwa serangan tersebut bukan fenomena baru dan hanya akan memperkuat kehadiran dan reputasi Prabowo di mata pemuda.

Menurut Frank, serangan-serangan semacam itu hanyalah kritik lama yang tidak akan melemahkan posisi Prabowo.

Membahas pentingnya Gibran, Frank menekankan bahwa Gibran mewakili mayoritas penduduk. Dengan 112 juta pemilih potensial di bawah usia 45 tahun, kehadiran Gibran dalam tiket tersebut adalah langkah untuk memberikan suara kepada demografi besar ini dalam menentukan masa depan negara. Namun, ia menunjukkan bahwa pergeseran generasional ini menantang status quo politik yang ada, yang resisten terhadap perubahan.

Frank menyoroti keunggulan Gibran dalam kontestasi presiden 2024. Ia berpendapat bahwa Prabowo, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo semuanya menargetkan suara pemuda, tetapi Prabowo adalah satu-satunya yang benar-benar memberdayakan generasi muda untuk memimpin bersamanya. Wawolangi menyebutkan bahwa Gibran mewakili awal yang segar dan pola pikir baru yang sangat dibutuhkan dalam politik Indonesia.

Diskusi juga menyentuh pembentukan Anak Kemarin Sore sebagai organisasi relawan. Wawolangi menggambarkannya sebagai platform untuk menyatukan individu yang merasa di pinggirkan dan dianggap remeh di masa lalu. Organisasi ini mendorong para pemuda ini untuk maju, bersuara, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan Indonesia.

Podcast ini berakhir dengan Frank membicarakan peran dan struktur organisasi relawan Anak Kemarin Sore. Ia menyatakan bahwa mereka sedang dalam proses mendirikan kantor-kantor dan merekrut anggota di seluruh negeri. Organisasi ini bertujuan menciptakan ruang inklusif di mana individu dari berbagai wilayah dapat bergabung dan berpartisipasi aktif dalam aktivitas politik.

Frank mengajak individu dengan hati untuk mendukung misi mereka dan menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Ia menekankan bahwa gerakan ini oleh dan untuk pemuda, dan upaya mereka akan memimpin menuju Indonesia yang lebih inklusif, representatif, dan berwawasan ke depan.

“Pak Jokowi melihat generasi muda ini harus di-support, harus dimajukan, demi Indonesia,” tutup Frank.* (Tim FORUM KEADILAN)