Hamas-Israel Memanas, Menlu Akui Sulit Evakuasi WNI di Jalur Gaza

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. | Ist

FORUM KEADILAN – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengakui pemerintah sulit untuk mengevakuasi WNI di Jalur Gaza, Palestina. Kondisi Israel-Hamas kini makin memanas.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Retno saat rapat darurat Tingkat Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu, 18/10/2023.

Bacaan Lainnya

“Upaya evakuasi WNI kita di Gaza setiap hari dilakukan,” kata Retno saat konferensi pers virtual.

Namun, ia mengakui karena kondisi masih sangat sulit, maka evakuasi belum dapat dilakukan.

Retno juga mengatakan terus melakukan komunikasi dengan wakil WNI di Gaza, Komite Palang Merah Internasional, dan sejumlah Menlu di negara Timur Tengah guna membahas evakuasi warga Indonesia.

Retno juga kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan segala upaya untuk mengevakuasi para WNI.

Diketahui, pekan lalu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berhasil mengevakuasi empat WNI dari Tepi Barat Palestina.

Proses evakuasi dilakukan sejak tanggal 13 Oktober dengan jalur darat dari Safe House di Yerusalem melalui Jordan River Border menuju Amman, Yordania. Kemudian pada 15 Oktober mereka tiba di Indonesia.

Sebelumnya, situasi di Gaza memanas usai pasukan Israel dan Hamas saling serang sejak 7/10/2023 lalu.

Kemudian pada Selasa, wilayah ini menjadi sorotan setelah Rumah Sakit Baptis Al Ahli terkena serangan roket.

Imbas serangan tersebut ratusan orang meninggal. Hamas menuduh Israel yang meluncurkan roket, tapi mereka membantahnya.

Israel justru menuduh sekutu Hamas, Jihad Islam, yang menyebabkan ledakan di RS tersebut karena salah sasaran. Namun, milisi yang menguasai Tepi Barat itu juga membantah tudingan itu.*