Jokowi Ajak Negara Kepulauan Jalin Kesatuan di Tengah Dunia yang Terbelah

Jokowi di KTT AIS
Jokowi di KTT AIS | Ist

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut dunia kini sedang terbelah di tengah perang yang terjadi antara Palestina dengan Israel.

Ia menyampaikan hal tersebut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Pulau dan Kepulauan (AIS) di Bali.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengajak 28 negara yang hadir untuk tetap menjaga hubungan baik.

“Indonesia ingin mengajak seluruh negara yang hadir, marilah kita tetap memilih untuk terus menjalin kesatuan dan terus menjalin kolaborasi walaupun di tengah kondisi dunia yang terbelah,” kata Jokowi dalam KTT AIS di Badung, Bali pada Rabu, 11/10/2023.

Jokowi pun mengungkap ancaman-ancaman yang dihadapi oleh negara-negara kepulauan seperti kenaikan muka air laut, pencemaran laut hingga masalah tata kelola sumber daya laut.

Sang kepala negara berpendapat jika negara-negara kepulauan tersebut perlu bersatu untuk menghadapi berbagai ancaman tersebut. Bahkan ada tiga hal yang harus disepakati bersama.

Pertama, Jokowi berharap negara-negara kepulauan menjunjung tinggi solidaritas, kesetaraan, dan inklusivitas menjadi prinsip yang dipegang bersama.

Kedua, Jokowi mengajukan usul prioritas pada kerja sama konkret yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.

Ketiga adalah membentuk kerangka kerja sama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan.

“Kolaborasi dan solidaritas negara kepulauan dan negara pulau sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis, konkret, dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama,” ujarnya.

KTT AIS diikuti 33 delegasi dari 28 negara. Beberapa negara yang ikut serta adalah Micronesia, Nive, Sao Tome, Timor Leste, Tuvalu, Fiji, Tonga, Papua Nugini, Vanuatu, Maladewa, Kepulauan Marshal, Kepulauan Solomon, Seychelles, Pulau, dan Singapura.

Diketahui, dunia sedang dilanda ketegangan akibat perang Ukraina dan Rusia. Eropa dan Amerika Serikat merapat ke Ukraina, sedangkan China dan Korea Utara mendekat ke Rusia.

Di sisi lain, keadaan Timur Tengah juga mulai memanas karena perang Palestina dan Israel. Pasukan militan Palestina, Hamas, menyerang Israel pada Sabtu, 7/10. Israel merespons dengan mendeklarasikan perang keesokan harinya.*