Eks Pegawai KPK Curiga Pemerasan Terjadi di Kasus Kementan

Gedung Kementerian Pertanian
Gedung Kementerian Pertanian | Ist

FORUM KEADILAN – Mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menanggapi isu dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Kata Yudi, foto yang beredar di publik yang memperlihatkan pertemuan antara Ketua KPK Firli Bahuri dan eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bisa menjadi bukti bahwa dugaan pemerasan itu bisa saja terjadi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, foto yang beredar di publik bisa menjadi petunjuk mengenai adanya pertemuan antara Firli dan SYL.

“Foto itu menjadi suatu petunjuk mengenai adanya pertemuan antara Firli dengan Mentan. Sekaligus membantah jawaban dari Firli yang kemarin mengatakan tidak pernah bertemu, hanya dalam rapat kabinet, ya istilahnya hanya kegiatan dinas,” katanya kepada Forum Keadilan, Sabtu 7/10/2023.

Yudi berpendapat, untuk menangani penanganan ganjil ini Dewas KPK harus proaktif mengawasi pemeriksaan kasus korupsi tersebut. Karena kata Yudi, pimpinan KPK tidak diperbolehkan bertemu dengan pihak berperkara karena akan melanggar etik.

“Untuk membuktikan hal itu maka Dewas KPK harus proaktif mengawasi pemeriksaan.  Karena itu ranahnya etik. Dugaan pemerasan, ya itu kan masih dilakukan penyelidikan di Polda Metro Jaya, saya pikir tunggu saja hasilnya di Polda itu,” tambahnya.

Ia juga menanggapi soal lamanya penerbitan surat perintah penyidikan. Sebab, KPK telah melakukan gelar perkara pada bulan Juni lalu namun sprindik baru ditanda tangani pada 26 September 2023. Sehingga, terdapat jarak sekitar tiga bulan untuk menerbitkan sprindik tersebut.

“KPK harus jawab, mengapa seperti itu. Tidak wajar (sprindik lama terbit), ya harus dilihat SOP KPK nya. Apa benar alasannya itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri angkat suara mengenai adanya dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK kepada sopir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Firli menegaskan, informasi yang beredar tidak lah benar dan tidak pernah dilakukan oleh dirinya ataupun pimpinan KPK lainnya.

“Sulit memberikan jawaban. Memang kita memahami informasi yang beredar, apa yang menjadi isu yang sekarang kita pahamim. Namun, itu tidak benar dan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan KPK,” katanya saat ditemui di Gedung Merah Putih, KPK, Kamis 5/10 lalu.

Ia bahkan blak-blakan membantah soal foto yang diduga ia bertemu dengan SYL saat ia rehat bermain bulu tangkis. Ia mengungkapkan tempat ia biasa bermain bulu tangkis adalah tempat terbuka, jadi tidak mungkin jika terjadi transaksi gelap di tempat terbuka itu.

“Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, saya sering (bermain) bulu tangkis dan tempat itu tempat terbuka. Jadi tak pernah ada isu saya menerima 1 miliar dolar. Saya pastikan tidak ada. 1 miliar dolar itu banyak dan siapa yang mau ngasih,” tambahnya.

Saat melakukan ekspos perkara, Firli juga menegaskan pihaknya transparan dan sangat terbuka kepada publik. Sehingga, tidak ada intervensi dari pihak manapun.

“KPK menangani perkara sangat terbuka. Tidak ada intervensi, memaksakan kehendak. KPK bekerja berdasarkan perundang-undangan,” tegasnya.*

 

Laporan Merinda Faradianti