Indah Darry Siap Ekspos Kain Papua ke Milan

Desainer asli Magelang, Jawa Tengah, Indah Darry, kembali menggelar peragaan busana untuk membawa nama Indonesia ke luar negeri | Dianita Devi Fortuna/Forum Keadilan
Desainer asli Magelang, Jawa Tengah, Indah Darry, kembali menggelar peragaan busana untuk membawa nama Indonesia ke luar negeri | Dianita Devi Fortuna/Forum Keadilan

FORUM KEADILANDesainer asli Magelang, Jawa Tengah, Indah Darry, kembali menggelar peragaan busana untuk membawa nama Indonesia ke luar negeri.

Indah akan pergi ke pusat mode dunia, Milan, Italia, sebagai respons atas undangan dari 7 star production dalam acara A Thousand of Masterpiece of ART in Motion yang diadakan di Garden Senato, Milan, Italia, pada 7 Oktober 2023 mendatang.

Sebelumnya, Indah telah sukses menggelar peragaan busana di New York pada 2021 dan 2022 dalam acara New York City Live Fashion Week.

Dalam perjalanannya menuju Milan, Indah harus melewati beberapa seleksi yang dilakukan oleh kurator-kurator, termasuk Matteo Menotto, seorang kurator asli Italia yang juga merupakan desainer produk internasional ternama dari Gucci. Indah berhasil lolos dan akan mewakili Indonesia dalam acara tersebut.

“Saya ini ingin menunjukan ke mata dunia bahwa di Indonesia tidak hanya mempunyai batik dan tenun atau kain songket. Bahwa ornamen-ornamen dari Papua, kalau kita aplikasikan di atas selembar kain akan menjadi sebuah kain dengan motif yang sangat indah dan motif-motif Papua tersebut tidak akan kalah keren dengan yang lainnya,” ucap Indah dalam konferensi pers di kawasan Tangerang Selatan, Minggu, 1/10/2023.

Dengan tema The Truly Of Papua, Indah berencana untuk mempersembahkan 10 koleksi busana, 8 untuk wanita dan 2 untuk pria, yang menggunakan kain wastra dengan batik tulis Papua dan cetakan digital Papua.

Selain peragaan busana, di Milan, Indah juga akan mengikuti pameran bersama dengan UMKM Papua dan Banjarmasin yang ikut serta dalam acara tersebut.

Indah berharap ada dukungan dari pemerintah untuk mendukung para desainer Indonesia yang membawa nama bangsa, terutama mereka yang mengangkat tema kekayaan budaya Indonesia.*

Laporan Dianita Devi Fortuna