Mengenal Toxic Productivity dan 5 Cara Mengatasinya

Ilustrasi Toxic Productivity
Ilustrasi Toxic Productivity

FORUM KEADILAN –  Menjadi produktif tidak ada salahnya. Namun menjadi hal yang buruk jika kita terlalu produktif hingga masuk ke jurang yang bernama toxic productivity.

Toxic productivity bisa mengakibatkan dampak buruk, mulai dari kesehatan fisik maupun mental.

Mari kita simak penjelasan dan cara mengatasi toxic productivity.

 Apa Itu Toxic Productivity?

 Toxic productivity berkaitan dengan istilah workaholic dan juga hustle culture.

Workaholic sendiri merupakan individu yang memiliki kecenderungan untuk bekerja secara berlebihan dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bekerja.

Toxic productivity adalah sebuah dorongan untuk produktif setiap saat. Dorongan tersebut tidak hanya di ruang lingkup kerja, bahkan toxic productivity bisa terjadi di semua bidang kehidupanmu.

Cara Mengatasi Toxic Productivity
Mengatasi toxic productivity memerlukan sikap kesadaran dan upaya untuk menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta perhatian pada kesehatan fisik dan mental.

Jika kamu merasa sudah terjebak dalam toxic productivity, beberapa langkah ini dapat membantu agar bisa keluar dari dorongan tersebut. Berikut adalah caranya:

  1. Kenali dan Sadari Permasalahannya

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan kenali dan sadari tanda-tanda jika sudah terjebak toxic productivity. Cara ini sangat krusial agar kamu dapat mengatasi permasalahan yang sedang dialami.

  1. Ubah Mindset

Merubah mindset bahwa hidup itu harus seimbang antara bekerja, istirahat, dan kehidupan-kehidupan yang lainnya. Tubuhmu juga perlu istirahat. Tidak bisa dihabiskan setiap saat dengan bekerja untuk mencapai keinginan kita sehingga mengabaikan hal-hal yang lain.

  1. Tentukan prioritas

Belajarlah untuk menentukan prioritas karena dengan menentukan prioritas, kita dapat mencapai sesuai yang  diinginkan serta tidak melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

  1. Beri Waktu untuk Istirahat

Tidak ada salahnya untuk memberikan waktu pada dirimu untuk istirahat. Daripada mengerjakan hal lain setelah menyelesaikan satu pekerjaan, ada baiknya untuk beristirahat atau mengerjakan sesuatu yang tidak membuat stres.

  1. Belajar untuk Self Love

Kita bisa memberikan prioritas kepada kegiatan yang bisa merawat diri lebih baik. Seperti bisa mulai menjadwalkan secara rutin untuk berolahraga setiap pagi atau melakukan hobi yang disenangi. Jadikan hal tersebut sama penting seperti saat kita bekerja, ya!

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai toxic productivity dan bagaimana cara mengatasinya.

Hal tersebut memang memerlukan kesadaran, disiplin, dan komitmen untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak sehat.

Dengan mengambil langkah-langkah tadi, perusahaan dan juga karyawan dapat berperan aktif dalam mengatasi toxic productivity dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.*

 

Laporan Lulu Farha Chaerani