Merasa Senasib, Fahri Hamzah Beri Pesan ke Budiman Sudjatmiko

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah | Ist

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah merespons keputusan PDIP memecat Budiman Sudjatmiko imbas deklarasi dukungan sang kader terhadap Ketua Umum Partai Gerindra di Pilpres 2024 mendatang.

Fahri mengaku mengerti rasanya dipecat dari partai lantaran ia pernah mengalami hal ini.

Bacaan Lainnya

Diketahui sebelumnya bahwa Fahri dipecat oleh PKS pada tahun 2016 lalu.

“Menarik menonton wawancara-wawancara Mas @budimandjatmiko semoga tetap sehat. Sebagai orang yang pernah dipecat partai, saya mengerti situasinya,” kata Fahri dalam cuitan akun X (Twitter) resminya seperti dilihat, Jumat, 25/8/2023.

Secara terpisah, ia juga memberikan pesan kepada Budiman untuk mengambil jeda dulu usai dipecat dari PDIP.

Menurut Fahri, saat ini Budiman bisa memikirkan keputusannya soal bergabung dengan partai atau mendirikan partai baru seperti ketika ia membangun Partai Rakyat Demokratik di era orde baru dulu.

“Budiman adalah seorang tokoh muda pemberani yang jauh lebih berada di depan di dalam membangun kekuatan politik menghadapi rezim otoriter,” kata Fahri.

“Jadi kalau sekarang lebih baik beliau memikirkan suatu jeda yang memungkinkannya bisa membangun kembali kekuatannya. Barulah setelah itu memutuskan bergabung atau sendiri, seperti PRD dulu,” imbuhnya.

Diketahui Budiman Sudjatmiko resmi dipecat dari PDIP pada Kamis, 24/8/2023 malam.

Dalam surat pemecatan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“Memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil. dari keanggotaan Partai Demokrati Indonesia Perjuangan,” bunyi salah satu poin surat tersebut.

Surat tersebut pun dikonfirmasi oleh Budiman Sudjatmiko. Dirinya membenarkan isi surat itu terkait pemecatan dirinya dari PDIP. “Benar,” ucap Budiman.*