Stafsus Menteri BUMN Buka Suara Longspan LRT Jabodebek Disebut Salah Desain

LRT Jabodebek
LRT Jabodebek | Ist

FORUM KEADILAN – Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara soal lengkung bentang panjang atau longspan lintasan LRT Jabodebek yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dan Kuningan disebut salah desain.

Akibatnya, jika melewati lintasan tersebut, LRT harus memperlambat kecepatannya.

Bacaan Lainnya

Arya pun menyebut bahwa longspan di lintasan LRT yang tanpa tiang ini memang mengharuskan kereta bergerak lebih lambat.

Hal ini tepat dari sisi ekonomi maupun konstruksi.

“Dari sisi ekonomi ini pun lebih ekonomis dibandingkan harus bangun tiang ataupun memperbesar ruang bagi LRT,” ungkap Arya dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 3 Agustur 2003.

Dari sisi waktu, dampaknya juga tidak akan begitu banyak.

Lebih lanjut, Arya menyatakan keyakinannya bahwa di masa depan tidak perlu mengimpor teknologi jika akan membangun LRT secanggih LRT Jabodetabek.

“Masa kita mau impor terus. Kita ingin (diproduksi) di dalam negeri. Kita melakukan pembelajaran. Ini pembelajaran yang mahal, namun INKA ke depan semakin jago, membuat LRT yang bagaimana pun, dia akan sudah siap. Dan ini teknologi terbaru lagi,” ucapnya.

Arya juga melanjutkan bahwa LRT Jabodetabek yang dibangun ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya meminta tiap pihak tak langsung berharap proyek LRT Jabodebek langsung menjadi proyek yang sempurna.

Ia menilai bisa jadi ada kekurangan pada proyek tersebut dan perlu dikoreksi.

“Sehingga apabila ada kekurangan, ada yang perlu dikoreksi, sehingga itu wajar,” kata Jokowi pada Kamis, 3/8/2023 lalu.

Koreksinya berupa perbaikan sistem dan perbaikan lainnya yang bersifat teknis.*