Soal Peluang Susi Pudjiastuti Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

Pertemuan Susi Pudjiastuti dengan bakal calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan | Instagram @aniesbaswedan
Pertemuan Susi Pudjiastuti dengan bakal calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan | Instagram @aniesbaswedan

FORUM KEADILAN – Belakangan, bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan digadang-gadang akan menjadikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) pendampingnya.

Bahkan beberapa waktu lalu, Anies memberikan tanggapan terkait isu tersebut, dan mengaku telah mengenal lama Susi Pudjiastuti.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih belum memberikan penegasan terkait Susi atau nama lain yang akan mendampinginya melenggang ke panggung Pilpres 2024 mendatang.

Menurut kacamata Pengamat Politik, Ujang Komarudin, nama bacawapres Anies selama ini masih terus bergonta-ganti.

“Ya soal cawapresnya Anies masih belum ada kepastian selama belum diumumkan oleh Anies selama itu pula masih belum pasti,” katanya, kepada Forum Keadilan, Minggu, 30/7/2023.

Seperti munculnya nama Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, Yenny Wahid hingga terakhir Susi Pudjiastuti.

Ujang melanjutkan seharusnya cawapres diambil dari internal koalisi maka sudah menjadi bagian dari NasDem dan Demokrat untuk mengisinya.

“Saya melihatnya tergantung kebutuhan dari Anies dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan, artinya kalau diambil dari Internal koalisi, kita tau misalkan NasDem itu mengusung Anies sebagai Capres, biasanya cawapresnya itu jatah dari Demokrat atau PKS yang dibicarakan gitu,” ucapnya.

Andaikan pun AHY maju, Ujang menjelaskan maka Demokrat harus memberikan kompensasi untuk partai lainnya dalam koalisi, agar tidak merasa dirugikan.

“Ya kalaupun misalkan antara Demokrat dan PKS, AHY dan Ahmad Heriawan yang sekarang leading itu kan AHY lah dibandingkan Ahmad Heriawan, ya sejatinya diambil dari internal. Ya nanti tinggal AHY yang memberikan kompensasi ke PKS karena kan susah mendapatkan semua keuntungan dari koalisi itu, kalau ada yang rugi ya gak solid,” tuturnya.

Jika bacawapres Anies Baswedan memang disepakati diambil dari luar koalisi, Susi dinilai tokoh politik yang cukup berpengaruh.

“Susi Pudjiastuti menjadi alternatif pilihan karenakan dia tokoh nasional, pendukungnya banyak, emak-emak, perempuan, lalu juga dia orang Jawa Barat, daerah pemilih terbesar di Indonesia, gitu. Jadi kalau soal cocok atau tidak cocok ya cocok- cocok saja,” katanya.

Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah Susi Pudjiastuti masuk dalam kriteria bacawapres Anies yang sebelumnya pernah diungkapkan.

“Sebab yang harus diperhatikan dalam konteks menjadi cawapres kan Anies sudah memberikan 5 kriteria plus nol ya, pada kriteria baru yang pernah disampaikan Anies, ya kalau kriteria yang pertama saja menyangkut terkait memberikan kontribusi kemenangan elektabilitas, mesti cawapresnya itu paling tidak memiliki 2 hal sih ya yang saya baca,” lanjutnya.

Selama deklarasi cawapres belum diumumkan oleh Anies Baswedan sendiri, Ujang menegaskan nama lain akan terus bermunculan.

“Jadi dua hal itu penting, tapi soal nanti siapa yang di calonkan Anies sebagai cawapres ya AHY apakah Susi atau yang lain, ada nama lain yang muncul ke depan misalkan, ya kita lihat saja lah, karena semuanya masih dinamis masih belum pasti, selama jalur kuning belum melengkung selama belum diumumkan oleh Anies ya semuanya nama cawapresnya masih akan terus berubah-ubah, dan berganti-ganti, sesuai kepentingan isu dan dinamika politik yang berkembang,” tandasnya.*

 

Laporan Novia Suhari