Johnny G Plate Tersangka Korupsi BTS, Ternyata Punya Harta Rp191 Miliar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjadi tersangka selesai menjalani pemeriksaan kasus korupsi BAKTI Kominfo, Rabu,
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek BTS bernilai Rp 8,03 triliun. Ist

FORUM KEADILANKejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Menkominfo Johnny G Plate sebagai tersangka kasus korupsi BTS Bakti Kominfo. Johnny G Plate langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan, Rabu, 17/5/2023.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melaporkan kerugian negara terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur kota pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo tahun 2020 2022 mencapai Rp8,32 triliun.

Bacaan Lainnya

Menjadi tersangka kasus korupsi, ternyata Johnny memiliki harta kekayaan sebesar Rp191.236.409.092 atau Rp191 miliar.

Dikutip dari E-LHKPN KPK, hari ini rincian harta kekayaan Johnny pada 2021 ada yang berasal dari tanah dan bangunan hingga mobil.

Untuk tanah dan bangunannya berjumlah Rp141.463.603.886. Sedangkan untuk alat transportasinya tercatat senilai Rp460.000.000. Untuk harga bergerak lainnya Rp3.612.000.000.

Surat berharganya berjumlah Rp4.113.125.000. Ada juga kas setara kas berjumlah Rp51.939.680.206. Ada pula harta lainnya yang berjumlah Rp201.588.409.092.

Tercatat pula utang Johnny sebanyak Rp10.352.000.000. Sebagai informasi, Johnny sempat menjalankan bisnisnya di bidang alat perkebunan pada 1980-an. Saat itu sedang marak pembukaan perkebunan di Kalimantan dan Papua.

Dia juga memperluas bisnisnya ke dunia transportasi penerbangan. Bahkan sempat menjadi bagian dari maskapai penerbangan Air Asia sebagai Komisaris PT Air Asia.

Setelah itu dia memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Karirnya di dunia politik diawali dengan masuk ke Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia pada 2013 lalu. Hingga pada akhirnya dia diangkat menjadi ketua.

Johnny akhirnya memutuskan untuk pindah ke Partai NasDem yang kemudian terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019 mewakili daerah Nusa Tenggara Timur.*