Pecah Kepadatan Lalu Lintas, Kakorlantas Imbau Masyarakat Lakukan Mudik Dini

Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi mengimbau masyarakat mudik dini. | Ist
Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi mengimbau masyarakat mudik dini. | Ist

FORUM KEADILAN – Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Firman Santyabudi mengimbau agar masyarakat dapat melakukan mudik dini mulai hari ini, Kamis, (13/4/2/2023).

Hal tersebut, kata Firman, dilakukan agar dapat memecah kepadatan pada puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada tanggal 18 hingga 21 April.

Bacaan Lainnya

“Ini tadi saya sampaikan bahwa ini lebih kepada edukasi, masyarakat harus diinformasikan dengan jelas bahwa fasilitas jalan yang tersedia hanya itu. Sementara yang akan melalui jalan tadi melebihi,” kata Firman.

“Jadi dengan kita katakan lebih awal sebetulnya lebih kepada mengatur saja berangkat ini supaya tidak berada pada titik puncak bersamaan,” sambungnya.

Firman menjelaskan, selain mudik dini, pihaknya juga melakukan manajemen lalu lintas seperti ganjil genap.

“Itulah managemen pengaturan lalu lintas, ada ganjil genap di sana, berangkat lebih awal, cuti dipindahkan ke depan oleh Presiden,” katanya.

“Itu semua dalam rangka memastikan masyarakat tidak mendekat kepada titik puncak kepadatan yang nanti ekornya adalah apa yang tidak kita harapkan,” ujarnya.

Mudik Lebih Cepat

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran 2023 lebih cepat.

Ia bahkan mengimbau jangan menunggu cuti bersama.

Tepatnya mulai Kamis, 13/4/2023 sampai Selasa, 18/4/2023 mendatang.

Alasannya, jika mudik dilakukan pada 19-20 April, ia memprediksi lalu lintas akan padat.

“Kami anjurkan pemudik mulai besok, mudiklah lebih awal jangan 19-20 April. Itu padat sekali. ini mumpung belum 13 April, lakukan itu mulai besok,” ungkapnya pada Rabu, 12/4/2023.

Alasan lainnya, pemerintah memberikan berbagai insentif bagi masyarakat yang mudik lebih awal yakni 13-18 April 2023.

Seperti diskon tarif tol sampai kapal laut.

“Kalau hari itu kita nggak kerja keras dan pemudik juga lancar. Kan ada diskon. Diskon dari tol, diskon dari udara, selama ini nggak ada diskon. Sekarang ada diskon. Kereta api dan bus juga ada diskon,” ungkapnya.

Tahun ini, angka pemudik diprediksi meningkat cukup tajam menjadi 123 juta orang.

Kementerian Perhubungan menilai hal ini wajar mengingat selama 2 tahun terakhir masih dilakukan PPKM.

Bahkan, sebelum periode mudik ini Presiden Joko Widodo sampai turun ke lapangan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana.

Pesannya, agar semua yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat diutamakan.*