Amnesty International: Hukuman Mati Sudah Ketinggalan Zaman

Ilustrasi hukuman seumur hidup
Ilustrasi hukuman seumur hidup

FORUM KEADILAN – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menjelaskan bahwa ada alternatif hukuman lain untuk menggantikan hukuman mati di Indonesia.

Sebelumnya, ia berpendapat bahwa menghilangkan hukuman mati dan menggantinya dengan hukuman lain menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Karena sayang saja, kalau terdakwa langsung dihukum mati, kita tidak bisa menggali kejahatan lain dari terdakwa itu. Karena ya dihukum mati itu,” ungkapnya pada Kamis, 13/4/2023 dalam acara Diskusi Publik KUHP Baru dan Problematika Hukuman Mati di Indonesia.

Sedangkan sejauh ini, menurut Usman, dari konsensus yang dilakukan para praktisi, alternatif untuk hukuman mati sendiri bisa digantikan dengan hukuman seumur hidup.

“Hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, ini juga penting untuk menegaskan bahwa hukuman mati itu bukan untuk menghukum orang yang salah, tapi untuk menjelaskan bahwa hukuman mati itu sudah ketinggalan zaman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan saat ini banyak negara yang menganut hukuman mati namun menghapuskannya karena dua hal.

“Pertama, kajian-kajian ilmiah yang mengungkap sisi negatif hukuman mati, mulai dari tidak ada efek jera, dan para algojo eksekusi yang melihat bahwa hukuman mati itu bagian dari kekejian manusia,” ujarnya.

Kedua, penghapusan hukuman mati di negara lain juga dikarenakan kepemimpinan politik, bukan karena dinamika masyarakat ataupun konsesus masyarakat terkait hukuman mati.

“Karena jika konsesus masyarakat dilakukan di negara-negara yang menghapuskan hukuman mati, bisa dipastikan lebih dari 50% masih mendukung hukuman mati,” tegasnya.*

 

Laporan Novia Suhari