Kamis, 15 Januari 2026
Menu

Ditemukan 2 Mayat Lagi, Korban Dukun Slamet Pengganda Uang Total 12 Orang

Redaksi
Petugas mengevakuasi mayat korban pembunuhan dukun Slamet. | ist
Petugas mengevakuasi mayat korban pembunuhan dukun Slamet. | ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Dua mayat korban dukun pengganda uang Tohari (45), alias Mbah Slamet, kembali ditemukan oleh polisi pada Selasa sore, 4/4/2023.

Kapolres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendri Yulianto mengatakan, dengan penambahan ini, maka total korban yang telah ditemukan sebanyak 12 mayat.

Hendri menuturkan, korban pertama atas nama Paryanto (53) asal Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan pada Sabtu malam, 1/4. Disusul pada Senin, 3/4, ditemukan lagi sembilan mayat. Berikutnya pada Selasa sore tadi ditemukan kembali dua mayat.

Dua mayat yang diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu ditemukan di tempat yang sama dengan sebelumnya, yaitu di kebun milik tersangka, di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Dua jenazah yang baru ditemukan langsung kami autopsi malam ini,” ujar Hendri.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Banjarnegara, Jawa Tengah, digegerkan dengan kasus dukun pengganda uang bernama Slamet Tohari (45) yang diduga membunuh 11 orang.

Pelaku Slamet mengaku mempunyai kemampuan melipatgandakan uang yang diberikan korban kepadanya.

Awal mula kasus terungkap

Kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Slamet terungkap usai Polres Banjarnegara menerima laporan orang hilang berinisial PO pada Senin, 27/3.

PO merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat. Dia dilaporkan hilang setelah pergi ke Banjarnegara untuk menemui Slamet pada Kamis, 23/3.

Sebelum hilang, PO sempat mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada pihak keluarga. Pesan tersebut berisi permintaan PO yang meminta anaknya datang ke rumah Slamet bersama aparat jika tak ada kabar dari dia selama beberapa hari.

Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat,” isi pesan tersebut.

Pihak keluarga kemudian melapor ke Polres Banjarnegara pada Senin, 27/3, setelah tak ada kabar apa pun dari PO.

Polisi segera terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan. Saat tiba di kediaman Slamet, polisi menemukan fakta bahwa PO telah dikubur di sebuah lahan perkebunan.

“Korban (PO) telah dikubur di jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto kepada wartawan.

Dari titik penguburan PO, polisi menemukan sembilan jenazah lain yang berdekatan. Jenazah-jenazah tersebut ditemukan pada kedalaman 80 centimeter hingga satu meter.

Sebanyak 10 jenazah tersebut ada yang ditemukan dengan kondisi sudah menjadi tulang belulang, dan sebagian masih utuh tapi mulai membusuk.

Selain PO, sebagian besar identitas korban yang diduga dibunuh oleh Slamet masih belum diungkap.

Motif pembunuhan

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto menjelaskan, pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Slamet tersebut terkait aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku selama lima tahun belakangan.

Slamet mengaku mempunyai kemampuan melipatgandakan uang yang diberikan pasien kepadanya. Salah satu pasiennya adalah PO.

Hendri mengatakan, PO sudah beberapa kali menyetorkan uang dengan total Rp70 juta kepada Slamet untuk digandakan.

Slamet memberi janji kepada PO bahwa uang Rp70 juta tersebut akan dilipatgandakan menjadi Rp5 miliar. Namun, tidak kunjung terjadi.

PO kemudian menagih uang itu kepada Slamet yang membuat pelaku kesal dan akhirnya membunuh korban dengan cara diracun.

“Korban terus menagih mana hasil penggandaan uangnya. Akhirnya tersangka kesal dan memberikan minuman berisi potas kepada korban,” jelas Hendri.*