Khotbah Jumat Masjid Istiqlal: Salat Membangun Karakter Positif dan Kualitas Hidup

Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 24/2/2023.
Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 24/2/2023. | Mohammad Arfan Fauzi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Salat lima waktu yang menjadi pesan utama dari peristiwa Isra Miqraj Nabi Muhammad Saw adalah barometer pribadi seorang muslim. Salat bisa membentuk pribadi baik dan meningkatkan kualitas hidup kita.

“Isra Mikraj adalah perjalanan menunu kesempurnaan ruhani (insan kamil). Inti dari pertemuan Allah dan Muhammad di Sidaratul Muntaha adalah diturunkan kewajiban fundamental di dalam Islam, yaitu melaksanakan salat lima waktu,” kata Ketua Kooordinasi Dakwah Indonesia (KODI) DKI Jakarta KH Jamaluddin Faisal Hasyim dalam  Khotbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jumat, 24/2/2023.

Bacaan Lainnya

Jika kewajiban salat kita kerjakan dengan mengedepankan kualitas, kata Jamaluddin, maka salat akan kita bisa-bisa benar-benar dinikmati dan akan berdampak pada perilaku dan kualitas hidup kita.

Dia menegaskan pribadi seorang muslim bisa dibentuk dalam salat lima waktu yang dikerjakan setiap harinya.

“Sebagai sebuah ibadah, sholat itu bisa membangun karakter positif,” ujarnya.

Jamaluddin mengatakan, paling tidak ada empat karakter positif yang bisa didapatkan jika seseorang menjalankan salat dengan baik setiap hari.

“Hal pertama itu tentang bersuci, salat harus diawali dengan penyucian diri, yang paling utama adalah wudu,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa hakikat manusia paling dasar adalah soal kebersihan. Dalam situasi apapun manusia dituntut harus berada dalam kondisi yang bersih. Karena itulah dia menerangkan, karakter positif pertama adalah masalah kebersihan.

“Salat juga mengajarkan ketertiban. Dalam dunia modern yang rapi, semua itu punya aturan dan tata tertib, salat juga membangun itu,” tegasnya.

Menurutnya, orang yang rajin salat akan dengan mudah menjadi pribadi yang modern. Dunia modern harus diisi orang yang teratur.

“Disiplin juga sifat yang dibentuk dari saolat, azan salat adalah jam weker bagi umat muslim yang menandakan waktu salat” ujarnya.

Hasyim mengatakan disiplin merupakan pribadi ketiga yang dapat dibentuk. Manusia yang disiplin akan dengan mudah mengatur waktu aktivitas kehidupan sehari-hari.

Tawadhu’ adalah sifat keempat yang bisa didapatkan jika seseorang menjalankan salat. Seseorang akan menjadi pribadi yang rendah hati dihadapan siapa pun,” kata dia.

Sebagai penutup, Jamaluddin mengatakan, sifat rendah hati akan tertanam dalam salat. Menurut dia, salat yang bagian intinya adalah sujud menandakan bahwa manusia bukanlah suatu apa pun yang berhak sombong.*

 

Laporan Mohammad Arfan Fauzi