KPK Digeruduk Massa Minta Vonis Bebas Eks Ketua DPRD Jawa Barat Diusut

Demo di KPK
Demo di KPK/Mohammad Arfan Fauzi

FORUM KEADILAN – Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, digeruduk massa, Jumat, 17/2/2023 pagi.

Massa yang mengatasnamakan masyarakat peduli hukum tersebut meminta KPK mengusut mantan ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara dan istrinya, Endang Kusumawaty, yang divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Bacaan Lainnya

Massa berjumlah sekitar 50 orang itu sudah berada di KPK sejak pukul 10.00 WIB. Mereka menutup sebagian akses Jalan HR Rasuna Said di depan gedung KPK.

Menurut penanggung jawab aksi Muhammad Nur Kerley, vonis bebas Irfan Suryanegara dan Endang Kusumawaty terdapat banyak kejanggalan serta bohong. Dia menilai ada mafia yang bermain di balik putusan tersebut.

“Kami minta putusan tidak bersalah Irfan Suryanegara dan istrinya diusut. Tolong PN Bandung diperiksa. Saya mohon kepada pak Firli (Ketua KPK), pasti ada permainan di sana,” kata Muhammad Nur Kerley, Jumat, 17/2.

Mereka juga ingin KPK, MA serta Menkopolhukam membuat tim investigasi khusus untuk menyelesaikan perkara tersebut, sehingga cepat diusut seadil mungkin.

Nur meminta kepada KPK bersikap serius dalam menanggapi tuntutan mereka. Sebab, menurutnya, masalah ini adalah ranah KPK untuk menyelesaikannya.

Nur juga mengancam akan mendatangi DPR jika KPK tidak mampu menyelesaikan kasus ini.

Sebelumnya, Irfan Suryanegara dan Endang Kusumawaty divonis bebas oleh PN Bale Bandung karena dianggap tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang serta penipuan dalam bisnis SPBU.

Hal ini berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya, yang mana politisi partai Demokrat dan istrinya dinilai bersalah dalam kasus tersebut. Jaksa menuntut mereka dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

Irfan Suryanegara dan Endang Kusumawaty dituntut dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang penipuan, dan Pasal 3 jo Pasal 10 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Keduanya dinilai bekerjasama melakukan penipuan terhadap korban bernama Stelly Gandawidjaja selama enam tahun, sejak tahun 2013 hingga 2019.

Kasus ini ramai pada November 2022 saat Bareskrim Polri menetapkan Irfan Suryanegara dan Endang Kusumawaty sebagai tersangka kasus penipuan.*

Laporan Mohammad Arfan Fauzi