Survei LSI Denny JA Sebut Rapor Biru-Merah Pemerintahan Jokowi

Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi TMII, 23 Agustus 2022 lalu.

FORUM KEADILAN – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyampaikan hasil rilis terbarunya terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil rilis itu disampaikan dalam acara bertajuk “Partai Lama, Partai Baru, Partai Besar, Partai Gurem” pada Selasa, 7/2/2023.

LSI Denny JA mengelompokkan tingkat kepuasan masyarakat itu menjadi dua bagian, yakni rapor biru dan merah.

Bacaan Lainnya

“Rapor biru adalah yang puas dan sangat puas lebih besar dari tidak puas dan sangat tidak puas soal kinerja pemerintahan Jokowi. Kemudian, rapor merah adalah yang puas dan tidak puas lebih sedikit dibandingkan yang tidak puas dan sangat tidak puas,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Ada delapan rapor biru yang diapreasiasi masyarakat terhadap kinerja Jokowi, antara lain terkait sosial budaya, keamanan, internasional, kesejahteraan guru dan PNS, ekonomi, penyediaan sembako, politik, dan penegakan hukum.

“Tiga tertinggi rapor biru pemerintahan Jokowi adalah dalam isu sosial budaya dengan kepuasan sebesar 83,6%, isu keamanan dengan kepuasan sebesar 73%, dan isu internasional sebesar 72.4%,” kata Ardian.

Untuk isu kesejahteraan guru dan PNS sebesar 61,3%; isu ekonomi sebesar 59,4%; isu penyediaan sembako sebesar 58,6%; isu politik sebesar 54,3%; dan isu penegakan hukum sebesar 53,8%.

Sementara rapor merah ada pada pengentasan kemiskinan, kesejahteraan petani, buruh, dan nelayan, serta pembukaan lapangan kerja.

“Pertama, dalam isu kesejahteraan petani, buruh, dan nelayan, kepuasan atas isu ini sebesar 42,6%. Ketidakpuasan atas isu ini sebesar 51, 4%,” kata Ardian.

“Kedua, isu mengurangi kemiskinan. Kepuasan atas isu ini sebesar 41,5%. Ketidakpuasan atas isu ini 56,5%,” ujarnya lagi.

Ketiga, isu pembukaan lapangan pekerjaan. Kepuasan atas isu ini 38,3%. Lalu, ketidakpuasan atas isu ini sebesar 59,5%.

Survei LSI Denny JA ini dilaksanakan di 34 provinsi seluruh Indonesia pada 4-15 Januari 2023. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.

Jumlah sampel 1.200 responden yang diperoleh melalui teknik multi-stage random sampling. Margin of error lebih kurang 2,9%.*