LSI Denny JA Sebut PPP tidak Jadi Partai Besar, meski Lahir Sebelum Reformasi

LSI Denny JA
Konferensi pers di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 7/2/202.

FORUM KEADILAN – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah satu satunya partai politik yang lahir sebelum era Reformasi tetapi tingkat keterpilihannya masih rendah.

Direktur SIGI LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan kategori kelahiran partai politik, yaitu PDIP, Golkar, dan PPP merupakan partai yang lahir sebelum reformasi.

Bacaan Lainnya

“PPP satu-satunya partai yang lahir sebelum reformasi yang tidak menjadi partai besar,” kata Ardian dalam jumpa pers di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 7/2/2023.

Pasalnya, survei LSI Denny JA menunjukkan tingkat keterpilihan PPP belum mencapai 10%. Artinya, PPP masih masuk kategori partai kecil.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara tatap muka dengan kuesioner. Dengan margin of error sebesar 2,9 persen, survei ini dilaksanakan pada 4 hingga 15 Januari 2023.

Hasilnya, PDIP menjadi partai politik dengan elektabilitas tertinggi sebesar 22,7%, diikuti oleh Partai Golkar dengan  13,8%, dan Partai Gerindra 11,2%.

“PDIP, Golkar, dan Gerindra dikategorikan sebagai partai besar dengan dukungan lebih dari 10%,” ungkap Ardian.

Di klaster partai menengah, survei ini menunjukkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki elektabilitas sebesar 8%, Partai Demokrat 5%, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,9 %, dan Partai NasDem 4,4%.

“PKB, Demokrat, PKS, dan NasDem dikategorikan sebagai partai menengah dengn dukungan sekitar 4 hingga 10 persen,” ujar Ardian.

Kemudian, LSI Denny JA juga mengungkapkan elektabilitas Partai Perindo sebesar 2,8%, PPP 2,1%, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 1,9%.

Ketiga partai politik tersebut dikategorikan menjadi partai kecil yang memiliki dukungan sekitar 1 sampai 4 persen.

Pada klaster terbawah, ada delapan partai politik yang dikategorikan sebagai partai nol koma. Artinya, dukungan yang mereka miliki kurang dari satu persen.

Adapun partai-partai yang masuk kategori partai nol koma ialah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,5%, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,3%, Partai Garuda 0,3%, Partai Ummat 0,3%, Partai Hanura 0,1%, Partai Buruh 0,1%, Partai Gelora 0,1%, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 0,1%.*