Wapres Tegaskan tak Intervensi PSSI, Pemerintah Ingin Sepak Bola Maju

Wapres Ma'ruf Amin
WAKIL Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers setelah membuka Pra-Kongres Kebudayaan Minahasa di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Kamis, 26/1/2023. | Ist

FORUM KEADILANWakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, pemerintah tidak akan mengintervensi PSSI, tetapi hanya ingin mendorong agar sepak bola Indonesia maju.

Ma’ruf mengatakan, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Februari mendatang mesti membuat sepak bola Tanah Air yang lebih maju dan unggul. “Pemerintah tidak akan melakukan intervensi, hanya mendorong supaya sepak bola kita itu maju, itu saja. Supaya sepak bola kita itu jangan terus tidak maju-maju, kalah terus, jadi harus dicari apa salahnya,” kata Ma’ruf dalam keterangan pers di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Kamis, 26/1/2023.

Bacaan Lainnya

Ma’ruf menuturkan, pelatih-pelatih hebat sudah silih berganti didatangkan untuk melatih Indonesia, tetapi faktanya belum berhasil mempersembahkan prestasi. Ia pun meragukan penilaian sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa orang Indonesia tidak mempunyai potensi di dunia sepak bola.

“Apa betul orang Indonesia itu tidak punya potensi? Saya belum yakin, belum yakin bahwa kita tidak punya potensi, 274 juta (orang) masa enggak ada? Mungkin ini yang perlu digali lagi bagaimana mencari bibit-bibit unggul,” kata Ma’ruf.

Menurut dia, upaya tersebut tengah dilakukan melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mengatur rencana menumbukan talenta olahraga Indonesia dan mengembangkannya menjadi atlet berprestasi.

Dalam kesempatan ini, Ma’ruf juga angkat bicara mengenai keikutsertaan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dalam bursa calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI.

Ia menegaskan, pencalonan dua menteri itu bukanlah bentuk intervensi pemerintah.

Ma’ruf menuturkan, yang terpenting adalah pencalonan Erick dan Zainuddin tidak melanggar ketentuan yang diatur oleh FIFA, PSSI, serta mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo selaku atasan mereka.

Ia juga mengingatkan agar tugas sebagai menteri tidak boleh terpinggirkan apabila mereka merangkap jabatan kelak.

“Sepanjang tidak ada yang dilanggar, saya kira tidak ada masalah menurut saya,” kata Ma’ruf.*