Klarifikasi Keluarga WNI yang Dituduh Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah

Umrah
Ilustrasi umrah. | Ist

FORUM KEADILAN – Sepupu Muhammad Said angkat bicara terkait tuduhan pelecehan kepada wanita Lebanon yang dilayangkan kepada Muhammad Said saat melaksanakan umroh di tanah suci Mekkah.

Berawal dari banyaknya berita miring yang beredar tentang jemaah Indonesia yang melakukan pelecehan di depan Ka’bah divonis 2 tahun penjara. Akhirnya pihak keluarga muncul untuk meluruskan berita yang mencoreng nama baik keluarganya tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Anna dengan [email protected], yang memberi izin kepada FORUM KEADILAN mengutipnya.

Anaa menceritakan Muhammad Said dan rombongan sampai di Mekkah dari Madinah pada tanggal 10/11/2022 jam 1 malam waktu Mekkah. Sesampainya di sana dia melakukan tawaf bersama ibu, kakak, dan neneknya.

Namun, karena ramai Muhammad Said meminta ibunya untuk menunggu di luar area Kakbah karena takut terhimpit banyak orang. Sampailah Said di depan Kakbah, pakaian ihramnya ditarik seseorang dari belakang dan Said menarik kembali pakaiannya karena takut melorot.

“Pas Muhammad Said hampir megang sudut Kakbah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karena takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang ke depannya,” cuit Anna.

Said pun keluar dari kumpulan jamaah dan saat itulah dia langsung ditarik 2 polisi dan askar lalu dibawa ke kantor polisi dalam keadaan kebingungan.

Menurut cerita Anna, ponsel Said di sita dan foto-foto serta biodata Muhammad Said dihapus semua oleh petugas.

“HP-nya diambil sama polisi tersebut, dihapus semua foto dan semua biodata Muhammad Said. Sebelumnya sempat menghubungi kami yang di Indonesia karena hp ibunya tidak aktif karena waktu itu ibunya kan masih di sekitar Kakbah nungguin Muhammad Said. Dihubungi kan kami di Indo, kami disuruh buat hubungi kakaknya yang juga di Mekkah kalau Muhammad Said dibawa sama polisi Arab katanya,” tulis Anna berdasarkan telepon dari Said.

Sesaat kakak Said yang bernama Kak Mini menelepon. Said menginformasikan dirinya ditangkap polisi dengan tuduhan pelecehan. Polisi mengatakan ada wanita asal Lebanon yang melaporkan Said telah memegang payudaranya di depan Kakbah.

Laporan tersebut tidak memiliki bukti, Said  yang diminta keterangan pun bingung karena tidak paham dengan bahasanya. Menurut Anna, Said sampai dipukuli karena dipaksa mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

“Sampai dipukul pun sama polisi Arab dia tidak berkutik karena memang dia tidak paham. Posisi saat itu wanita pelapor tidak ada di  situ,” cuit Anna.

Awalnya Said ditahan 5 hari namun tidak ada kejelasan, wanita Lebanon yang melaporkan Muhammad Said pun tidak pernah hadir pada saat pengadilan. Sampai rombongan harus kembali ke Indonesia, Muhammad Said masih belum bisa pulang sampai persidangan selesai.

Akhirnya Muhammad Said divonis 2 tahun penjara. Pihak keluarga merasakan kejanggalan karena tidak ada bukti dari pelecehan tersebut. Saksi pun hanya 2 polisi yang menangkap Said dan wanita Lebanon tersebut tidak pernah muncul.

Lewat postingan ini keluarga juga meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo untuk membantunya menegakkan keadilan untuk sepupunya Muhammad Said.

“Hy teman² Twitter,  mohon bantu up🙏saya mau minta tolong kalaupun permintaan pertolongan kami tidak sampai ke Bapak Presiden Joko Widodo, saya hanya berharap ini bisa meredakan berita yg beredar di media sosial, saya paham betul the power of Twitter yg menegakkan keadilan🙏,” cuit Anaa.

Pihak keluarga mengaku mendapat surat dari pemerintah Mekkah yang disampaikan melalui Kepala Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Sulawesi Selatan yang bertuliskan bahwa Muhammad Said telah mengakui perbuatannya.

Pihak keluarga sakit hati dan tidak terima lantaran setiap kali berkomunikasi melalui telepon yang ada di kantor polisi, Said tidak pernah mengakui tuduhan itu benar bahkan sampai bersumpah.

“Katanya Muhammad Said mengakui bahwa tuduhan itu benar, padahal Muhammad said sudah sumpah² ditambah suci nangis² bahwa itu tidaklah benar,” tulis Anaa tentang isi surat tersebut.

Said hanya bisa menangis melalui telepon dan berharap keadilan untuknya bisa ditegakkan.

“Tiap hari kami komunikasi Muhammad Said nangis2 dia ngadu, katanya disuruh ngaku kalau beliau melakukan hal keji itu tapi dia tetap bersikeras membantah kalau beliau tidak melakukan itu,” cuit Anna.*

 

Laporan Shifa Audia