6 Perubahan Program Kartu Prakerja 2023, Nilai Manfaat Jadi Rp4,2 Juta

Kartu Prakerja
Ilustrasi peserta Kartu Prakerja. | ist

FORUM KEADILAN – Program Kartu Prakerja tahun 2023 memiliki enam perbedaan dari tahun sebelumnya. Tahun ini, nilai manfaat yang akan diterima peserta naik menjadi Rp4,2 juta.

Dilansir dari akun instagram resmi Kartu Prakerja, Rapat Komite Cipta Kerja telah memutuskan Program Kartu Prakerja akan berlanjut pada triwulan pertama tahun 2023 ini dengan skema normal.

Bacaan Lainnya

Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2022 yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17 Tahun 2022.

Ada enam perubahan pada program ini. Pertama, bahwa Kartu Prakerja kini bukan lagi sebagai program bantuan sosial.

“Sejak awal dimulai pada tahun 2020 hingga tahun 2022 lalu, Program Kartu Prakerja menjalankan misi ganda sebagai program peningkatan kompetensi angkatan kerja dan bantuan sosial sehingga menjadi program semi-bansos,” tulis akun Kartu Prakerja.

“Mulai tahun 2023 Program Kartu Prakerja hanya akan fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja,” tambahnya.

Perubahan selanjutnya, penerima bantuan sosial kini bisa mendaftar Kartu Prakerja.

Karena tidak lagi menjadi program semi bansos, maka penerima bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan lainnya, dapat menjadi peserta Kartu Prakerja.

Perubahan lainnya yakni nilai manfaat yang akan diterima peserta akan lebih besar.

Total nilai manfaat yang didapat yakni sebesar Rp4,2 juta. Rinciannya, bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, biaya pengganti transportasi dan internet Rp600 ribu, dan insentif pengisian survei Rp100 ribu.

Kemudian, perubahan lainnya yakni opsi pelatihan. Jika sebelumnya hanya ada pelatihan dalam jaringan (daring) atau online, kini ada opsi pelatihan luring (offline) dan bauran (hybrid).

Khusus pelatihan daring dapat diakses dari seluruh lokasi. Sedangkan untuk pelatihan luring atau offline pada tahap I ini masih fokus di 10 provinsi. Hal yang sama untuk opsi pelatihan hybrid yakni kombinasi online dan tatap muka, baru fokus di 10 provinsi.

Adapun 10 provinsi lokasi pelatihan luring dan bauran yakni di DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

“Tunggu tanggal pembukaan Kartu Prakerja dan pembukaan gelombang pada triwulan pertama tahun ini!” demikian ditulis akun Kartu Prakerja. *