Modus Barang Pindahan, Penyelundupan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur Batam Mulus

Dermaga Telaga Punggur
Antrean kendaraan pengangkut barang di Dermaga Telaga Punggur. | ist

FORUM KEADILAN – Aksi penyelundupan barang dari daerah pabean Batam masih berlangsung mulus. Para penyelundup bahkan sudah lihai dan tahu betul caranya lolos dari cegatan petugas di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau.

Dilansir Batampos.co.id, Jumat, 6/1/2023, para penyelundup dalam aksinya kerap menggunakan modus mengangkut barang pindahan. Berbagai jenis barang selundupan yang dimuat ke dalam truk tersebut pun dengan bebas melewati pemeriksaan petugas.

“Setiap kapal itu pasti ada pengiriman (selundupan). Barang tidak ada diperiksa, karena dari awal sudah ada koordinasi sama petugas,” ujar R, seorang sopir.

Para penyelundup juga paham jadwal razia petugas. Saat berlangsung razia,  mereka akan menghentikan sementara aksinya. Ketika razia rampung, blas, aksi penyelundupan kembali lancar jaya.

“Paling berhenti bawa barang pas razia saja. Barangnya macam-macam. Balpres, sembako, elektronik, rokok, minuman, kasur. Lengkap semuanya,” ungkap R.

Menuruit R, salah satu penyelundup yang kerap bermain di wilayah pelabuhan tersebut adalah pria berinisial IN. Dia seorang pengusaha asal Karimun. Hampir setiap pekannya IN melakukan bongkar muat barang ilegal, seperti sembako, dan barang lainnya.

“IN itu pemain besarnya dari Karimun. Dia pemilik barang, truk, dan barangnya selalu lewat ke Karimun,” terangnya.

R melanjutkan, dalam sekali selundupan, IN bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Keuntungan tersebut didapatkan dari penghindaran pembayaran pajak.

“Untungnya pasti besar. Pekerjanya saja banyak, tapi dia sudah koordinasi dengan petugas,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi soal maraknya penyelundupan barang ilegal di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Bea Cukai Batam belum memberikan tanggapan.

Humas Bea Cukai Batam Ricky Hanafie yang dikonfirmasi tidak membalas pesan yang dikirimkan.

Ketua DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov turut menyoroti maraknya penyelundupan barang ini. Dia menilai, penyelundupan yang terjadi di Pelabuhan Roro Telaga Punggur terjadi secara sistematis.

Terkait itu, Ruslan meminta petugas Bea Cukai lebih serius melakukan penindakan. Pasalnya, Ruslan menduga, banyak oknum aparat terlibat dalam penyelundupan di Pelabuhan Telaga Punggur.

“Dalam sehari puluhan mobil yang membawa barang selundupan ke Tanjung Pinang, Sei Pakning, dan Tanjung Balai Karimun. Semua berbungkus dokumen resmi. Macam mana petugas bea cukai mau menghentikan penyelundupan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur itu,” sesal Ruslan.

Seorang sumber FORUM KEADILAN yang berbisnis di kawasan Batam mengatakan, praktik ini sudah berlangsung cukup lama dan seolah menjadi sesuatu yang lazim. Padahal pengiriman barang secara ilegal ini sangat merugikan keuangan negara.

“Mereka kan gak bayar pajak. Berapa banyak potensi pendapatan negara yang hilang setiap tahunnya akibat  ulah penyelundup dan oknum-oknum ini,” ujar sumber yang enggan namanya disebut.

Dia menambahkan, praktik ilegal semacam ini tidak hanya terjadi dalam pengiriman barang ke luar Batam, melainkan juga dari Singapura ke Batam.

“Barang-barang yang dari Singapura masuk ke Batam pun banyak yang tidak bayar pajak,” bebernya.*