Warga Jayapura Panik dan Berlarian Saat Gempa M 5,2 Selasa Malam

Gempa Jayapura
Pasien RSUD Jayapura dievakuasi ke luar ruangan saat gempa M 5,2 melanda pada Selasa malam, 3/1/2023.| ist

FORUM KEADILAN – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 melanda Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa malam, 3/1/2023, sekira pukul 21.55 WIT. Gempa ini membuat warga panik sehingga berlarian keluar dari rumah, restoran dan hotel di Kota Jayapura.

Salah satu warga Kota Jayapura, Vita, mengaku langsung pulang ke rumah begitu gempa melanda, guna memastikan kondisi keluarganya.

Bacaan Lainnya

“Saya panik, sehingga ke rumah sebentar pastikan keluarga, terutama anak. Setelah itu, saya bawa anak keluar, karena takut jangan sampai ada gempa susulan lagi,” kata Vita Selasa malam.

Sementara warga lainnya di Jayapura, Ester, mengatakan dirinya ketakutan saat gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah tersebut. Saat itu Ester sedang berada di lantai dua restoran. Dia langsung bergegas turun ke lantai satu dan keluar dari restoran.

“Iya saya memang panik, sehingga pada saat gempa bumi ini langsung turun dari lantai dua ke bagian bawah dan keluar dari restoran untuk menyelamatkan diri,” ungkap Ester.

Sementara itu, di RSUD Jayapura, gempa membuat para pasien segera dievakuasi ke bagian parkiran. Dalam video beredar, tampak area parkiran rumah sakit sejumlah pasien dan keluarganya berkumpul.bSejumlah orang menenangkan pasien yang berada di area lobi rumah sakit.

Sedangkan di RS Provita, warga yang tengah menjaga pasien langsung panik saat gempa terjadi. Gempa tersebut juga membuat manajemen rumah sakit memutuskan untuk membuka semua pintu kamar pasien untuk mencegah terjadinya gempa lebih besar.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa bumi susulan ini terjadi sekitar 33 kilometer Timur Laut Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala Bidang Observasi BMKG Wilayah V Jayapura, Papua mengatakan, gempa berada di kedalaman 10 kilometer serta berlokasi 2,27 derajat LS – 140,65 derajat BT.

“Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 5,2 ini dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah V Jayapura melalui Stasiun Geofisika menyatakan, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Jayapura Herlambang Hudha mengatakan, sebelumnya gempa bumi juga terjadi sekira pukul 18.07 WIT, dengan kekuatan 3,4 magnitudo yang dirasakan di Kota Jayapura.

“Kami harapkan masyarakat tetap tenang dan tidak menambah kegaduhan dengan selalu mengupdate informasi dari situs resmi BMKG,” kata Herlambang.

Data BMKG, kondisi pola pasang surut air laut di kota Jayapura kini sedang menuju surut dengan puncak surut pada jam 22.00 WIT dengan ketinggian surut mencapai 0,2 meter, sehingga terpantau normal, dan tidak ada kenaikan atau penurunan gelombang air laut yang signifikan.

“Berdasarkan data dari Badan Informasi Geospatial (BIG) terpantau aman tidak ada anomali atau tanda tanda tsunami untuk itu kepada masyarakat agar tidak panik apalagi sampai termakan berita bohong,” ujarnya.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti perkembangan terkait gempa bumi melalui kanal sosial media BMKG Papua, atau Instagram dan Twitter @InfoBMKGPapua, kemudian website BMKG (www.bmkg.go.id) dan aplikasi InfoBMKG.

“Kami berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan informasi-informasi bohong dari sumber yang tidak kredibel serta selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang,” katanya lagi.

Untuk diketahui, hingga pukul 19.30 WIT, telah terjadi 170 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) terhitung sejak terjadinya gempa 4,9 magnitudo pada Senin, 2/1/2023, pada pukul 03:24 WIT. *