Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Pengamat: Aksi Publik Sudah Jadi Amuk Massa, Alarm Serius bagi Prabowo

Redaksi
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pernyataan pada, Jumat, 29/8/2025, terkait meninggalnya salah satu pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, akibat dilindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pernyataan pada, Jumat, 29/8/2025, terkait meninggalnya salah satu pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, akibat dilindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pengamat politik dari Citra Institute Yusak Farchan menilai, gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir bukan lagi sekadar kemarahan publik, melainkan sudah menjelma menjadi amuk massa.

Menurutnya, situasi ini merupakan alarm serius yang berbahaya bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya kira bukan kemarahan publik lagi, tapi sudah menjadi amuk massa. Ini alarm serius yang berbahaya bagi Prabowo. Trigger utamanya soal kesenjangan ekonomi di mana gaji pejabat negara (DPR RI) naik fantastis, sementara kondisi ekonomi masyarakat sedang tercekik,” kata Yusak kepada Forum Keadilan, Sabtu, 30/8/2025.

Ia menilai, amuk massa tersebut merupakan titik persilangan antara tersumbatnya kemerdekaan berekspresi selama satu dekade terakhir dengan realitas lapangan di mana kondisi ekonomi masyarakat tidak kunjung membaik.

“Lapangan pekerjaan susah, tapi negara membombardir terus dengan pajak. SDA melimpah, tapi pengelolaan ugal-ugalan sehingga Indonesia tak kunjung naik menjadi negara maju. Jadi amuk massa ini menjadi titik akumulasi dari kemarahan publik,” ujarnya.

Menurut Yusak, DPR RI juga memperburuk keadaan karena tidak menunjukkan respons baik terhadap kritik rakyat. Alih-alih mendengarkan, sejumlah anggota dewan justru mengejek publik dengan sikap yang dinilainya arogan.

“DPR tidak memperlihatkan respon yang baik terhadap kritik rakyat, malah mengejek warga dengan kesombongan dan elitismenya sehingga rakyat semakin marah,” kata dia.

Yusak mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, situasi genting yang tidak bisa diprediksi sebelumnya dapat terjadi. Oleh karena itu, ia menekankan agar Prabowo lebih berhati-hati dalam merespons dinamika yang berkembang.

“Jika dibiarkan, situasi genting (chaos) yang tidak terprediksi sebelumnya, bisa saja terjadi ke depan jika Prabowo tidak hati-hati,” tutupnya.*

Laporan oleh: Muhammad Reza