Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Pencinta Novel Fiksi Kriminal Merapat, Ini Rekomendasi Novel Agatha Christie si Queen of Criminal

Redaksi
Novel Agatha Christie | Ist
Novel Agatha Christie | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Bagi pencinta kisah novel genre kriminal klasik, nama Agatha Christie mungkin bukan sekadar familiar, ia adalah ikon. Dikenal sebagai Ratu Kriminal (Queen of Crime) atau Ratu Misteri (Queen of Mystery), Agatha Christie, telah menulis lebih dari 80 karya fiksi, termasuk novel, kumpulan cerpen, dan drama panggung, yang banyak di antaranya menjadi tonggak dalam dunia sastra kriminal.

Gaya penulisan Christie dikenal cerdas, penuh teka-teki, dan kaya nuansa psikologis. Ia piawai membangun ketegangan tanpa harus mengandalkan kekerasan eksplisit, menjadikannya pilihan ideal bagi pembaca yang menyukai teka-teki, bukan sekadar aksi.

Berikut adalah beberapa novel Agatha Christie yang wajib dibaca oleh para penggemar cerita kriminal:

1. Murder on the Orient Express (1934)

Dalam novel ini, detektif legendaris Hercule Poirot yang terjebak dalam misteri pembunuhan di dalam kereta mewah Orient Express. Seorang penumpang bernama Edward Ratchett ditemukan tewas di kompartemennya dengan luka tusuk, dan Poirot harus mengungkap pelaku di antara para penumpang lainnya sebelum kereta mencapai tujuannya.

2. And Then There Were None (1939)

Sepuluh orang yang diundang ke sebuah rumah mewah di Pulau Soldier, sebuah pulau terpencil di dekat pantai Devon, Inggris. Mereka masing-masing memiliki rahasia kelam dan dituduh melakukan kejahatan yang mengerikan. Di pulau itu, mereka mulai meninggal satu per satu, sesuai dengan syair “Ten Little Soldiers”, yang tergantung di setiap kamar.

3. The Murder of Roger Ackroyd (1926)

Pembunuhan misterius seorang pria kaya bernama Roger Ackroyd. Awalnya, pembunuhan ini terlihat seperti kasus biasa, tetapi kemudian terungkap bahwa Roger mengetahui rahasia yang melibatkan banyak orang, termasuk wanita yang ia cintai yang telah diracun oleh suaminya dan kemungkinan menjadi korban pemerasan.

Detektif Hercule Poirot, yang sedang menikmati masa pensiunnya, terpaksa kembali beraksi untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan ini, yang pada akhirnya mengungkap plot twist yang sangat mengejutkan.

4. A Murder is Announced (1950)

Menceritakan tentang sebuah pengumuman pembunuhan yang muncul di surat kabar lokal, yang membuat heboh warga desa Chipping Cleghorn. Pengumuman itu menyebutkan waktu dan tempat terjadinya pembunuhan, yaitu di rumah Letitia Blacklock, Little Paddocks, pada pukul 6.30 sore.

Saat waktu yang ditentukan tiba, lampu padam dan seorang pria, Rudi Hertz, tewas tertembak, membuktikan bahwa pengumuman itu bukan sekadar lelucon. Lalu, kasus ini semakin rumit dengan ditemukannya Dora Bunner tewas overdosis dan Miss Murgatroyd dicekik, menambah daftar korban baru.

Miss Marple, dengan kecerdasannya, turut membantu Inspektur Craddock memecahkan misteri yang melibatkan banyak karakter dan motif tersembunyi di balik pembunuhan-pembunuhan tersebut.

5. The ABC Murders (1936)

Mengisahkan seorang pembunuh berantai yang melakukan pembunuhan berurutan berdasarkan abjad, dimulai dengan Andover, Bexhill, dan Churston.

Setiap pembunuhan disertai dengan sebuah buku “ABC Railway Guide” yang terbuka pada halaman lokasi pembunuhan, menantang detektif terkenal Hercule Poirot untuk mengungkap identitasnya.

6. The Body in the Library (1942)

Menceritakan tentang penemuan mayat seorang wanita muda di perpustakaan Gossington Hall, rumah milik Kolonel dan Nyonya Bantry. Mayat tersebut mengenakan gaun pesta dan riasan, tetapi tidak ada yang mengenalinya. Pasangan Bantry meminta bantuan Miss Marple untuk mengungkap identitas wanita itu dan mencari tahu bagaimana ia bisa berada di sana.

Penyelidikan mengungkap bahwa wanita itu adalah Ruby Keene, seorang penari di Hotel Majestic yang sedang mencari ketenaran. Namun, penyelidikan semakin rumit ketika ditemukan mayat kedua, seorang gadis muda yang terbakar di tempat yang terbengkalai. Miss Marple kemudian menyadari bahwa ada hubungan antara kedua kasus tersebut dan mengungkap jaringan kebohongan, motif tersembunyi, dan rencana rumit yang melibatkan beberapa karakter.

Melalui serangkaian petunjuk dan deduksi cerdas, Miss Marple berhasil mengungkap identitas pembunuh sebenarnya, yang ternyata adalah orang yang paling tidak terduga. Novel ini menyoroti tema-tema seperti kebohongan, penampilan luar yang menipu, dan sisi gelap masyarakat kelas atas.

Pada akhirnya, novel ini menunjukkan bahwa kebenaran seringkali lebih kompleks dan mengejutkan daripada yang terlihat di permukaan, serta kekuatan intuisi dan akal sehat Miss Marple dalam mengungkap kejahatan.

Agatha Christie tidak hanya menulis tentang siapa membunuh siapa. Ia menulis tentang sisi gelap manusia, keserakahan, cinta yang menyimpang, dan naluri bertahan hidup. Ia tidak menawarkan adegan aksi heboh atau kejar-kejaran dramatis, melainkan logika tajam dan kecerdasan karakter yang membuat pembaca terus bertanya-tanya hingga halaman terakhir.

Bagi Anda yang ingin menjelajahi dunia misteri klasik, kesepuluh novel ini adalah pintu masuk yang sempurna. Nikmatilah perjalanan menyelidiki, menebak, dan sesekali terkecoh dengan elegan.*

Laporan oleh: Michelle Angella