Konflik Iran-Israel Berlanjut, Pakar HI: Dampaknya Bisa Tekan Ekonomi Indonesia

FORUM KEADILAN – Memanasnya kembali konflik antara Iran dan Israel pasca gencatan senjata dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyebut, salah satu efek yang paling dikhawatirkan adalah kenaikan harga minyak dunia.
“Kalau perang ini berlanjut, tentu akan berdampak pada Indonesia. Dampak pertama yang kami khawatirkan adalah harga minyak yang membumbung tinggi,” ujar Hikmahanto saat dihubungi Forum Keadilan, Sabtu, 28/6/2025.
Menurutnya, lonjakan harga minyak akan langsung memukul Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia yang telah disusun berdasarkan asumsi harga minyak dalam kisaran tertentu.
Selain itu, kata dia, potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi ancaman serius.
“Exchange rate bisa meningkat tajam. Di APBN kita juga sudah ada asumsi berapa nilai tukar terhadap dolar. Kalau semua berubah, itu akan mempengaruhi kinerja ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.
Hikmahanto menambahkan, selain tekanan pada fiskal negara, ketegangan di Timur Tengah juga berisiko mengganggu rantai pasok global. Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor dari negara lain, kata dia, akan terkena dampak langsung.
“Disrupsi pada supply chain bisa memperlambat pengiriman ekspor dan impor barang. Kalau ekspor kita tertunda atau terhambat, tentu akan berdampak besar pada perekonomian,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan agar pemerintah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dari eskalasi konflik tersebut.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi