Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Pengamat Nilai PoliceTube Pemborosan Anggaran, Citra Polri Tak Bisa Dibenahi Lewat Media

Redaksi
Kanal PoliceTube | X @txtdaritax
Kanal PoliceTube | X @txtdaritax
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengkritik peluncuran kanal PoliceTube yang baru saja dibentuk Polri. Polri mengklaim bahwa kanal tersebut untuk menyebarkan informasi sekaligus membangun kepercayaan publik.

Bambang menilai, langkah itu tidak tepat dan hanya akan memboroskan anggaran negara, terutama di tengah isu efisiensi yang digaungkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya melihatnya tak lebih dari pemborosan dan buang-buang anggaran di tengah kampanye efisiensi Presiden Prabowo,” kata Bambang saat dihubungi Forum Keadilan, Kamis, 26/6/2025.

Menurutnya, Polri justru tertinggal dari media mainstream yang terus berkembang. Saat media mainstream mulai beradaptasi dengan kanal digital yang sudah tersedia seperti YouTube dan media sosial, Polri justru membangun platform sendiri yang bukan menjadi keahlian atau kompetensinya.

“Dan hal itu akan menambah deret kegagalan platform-platform yang dibikin polisi selama ini, seperti Channel 110, Dumas Presisi, maupun platform yang dibangun tiap Polres,” ujarnya.

Bambang menekankan, jika tujuan utama kanal tersebut adalah untuk memperbaiki citra institusi, maka langkahnya keliru. Ia menyebut perbaikan citra seharusnya dimulai dari internal, bukan dengan membangun kanal media baru.

“Memperbaiki citra itu bukan dengan membangun platform baru, tetapi dengan reputasi, perbaikan perilaku personel, pelayanan publik yang baik, perlindungan dan pengayoman. Bukan dengan membangun media,” katanya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyampaikan bahwa PoliceTube akan dibuat menyerupai YouTube dan menjadi wadah untuk menayangkan aktivitas kepolisian dalam bentuk video.

Platform ini juga dirancang agar bisa memantau kinerja polisi secara real time berdasarkan satuan kerja masing-masing. Ia menyebut, PoliceTube bertujuan mendorong transparansi, termasuk menampilkan sisi baik maupun buruk aparat kepolisian.

“Kejelekan polisi tidak ditutup-tutupi. Begitu pula dengan kebaikannya, perlu kami tampilkan,” ujarnya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi