Senin, 01 September 2025
Menu

Menko PMK Muhadjir Optimis Kemiskinan Ekstrem di Bawah 0,5% Akhir 2024

Redaksi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia Muhadjir Effendy | ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku bahwa target mengentaskan kemiskinan ekstrem pada 2024 sulit untuk tercapai.

Tetapi, dirinya merasa optimis angka penurunan ekstrem di Indonesia dapat terus ditekan hingga berada di bawah 0,5 persen sampai akhir 2024.

“Untuk kemiskinan ekstrem saya optimis akhir tahun 2024 walaupun tidak 0 bunder mestinya bisa di bawah 0,5 persen,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Senin, 8/7/2024.

Menurutnya, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga Maret 2024 berada di angka 0,83 persen dan hal tersebut berdasarkan data terbaru yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Muhadjir menyebut, tingkat kemiskinan ekstrem tersebut mengalami penurunan 0,29 persen dibandingkan 2023 yang berada di angka 1,12 persen.

“Capaian ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada saat ini Kemenko PMK akan memaksimalkan sisa waktu 5 bulan hingga akhir 2024 untuk terus menekan angka kemiskinan ekstrem.

Harapannya agar penurunan kemiskinan ekstrem dapat semakin dekat dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu 0 persen.

“Semua intervensi yang sudah ada, kami optimalkan. Intervensinya dari tiga strategi, yaitu menekan angka pengeluaran keluarga miskin, menaikkan pendapatan melalui program pemberdayaan, dan kami juga mengoptimalkan penanganan kantong kemiskinan,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024. Tetapi, target itu dianggap sulit untuk dicapai.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terutama mengakui bahwa target itu sangat lah mustahil.

Sekretaris Eksekutif TNP2K Suprayoga Hadi, menyatakan, target yang masuk akal agar dapat dicapai oleh Pemerintah adalah 0,5 sampai 0,7 persen kemiskinan ekstrem pada 2024.

“Kalau nol koma nol (persen) jelas impossible, jadi memang kita antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen),” ucap Suprayoga di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 14/12/2023.

Alasan dibalik ini, lanjut Suprayoga, bahwa tren penurunan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun tak terlalu besar. Lalu, ia mencontohkan, kemiskinan ekstrem turun tidak lebih dari 1 persen dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada 2023.

“Target kita yang lebih optimis antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen) yang realistis, tapi kalau yang benar-benar optimis sekitar 0,3 (persen),” tutur Suprayoga.

Suprayoga menambahkan, upaya untuk mencapai target ini akan dilakukan pemerintah dengan melibatkan pelaku dan mitra non-pemerintah.

Ia menegaskan, isu ini tidak boleh dianggap biasa saja karena ada potensi mengalami kenaikan tingkat kemiskinan nasional akibat inflasi.*