Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Kominfo Ungkap Perkembangan Digital Talent Center: Sudah Ada di 9 Lokasi

Redaksi
Diskusi 'Ngopi Bareng' di Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 5/7/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Diskusi 'Ngopi Bareng' di Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 5/7/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Hary Budiarto menjelaskan perkembangan program Digital Talent Center (DTC) yang diinisiasi oleh Kominfo.

Menurut Hary, sejauh ini Kominfo telah membangun Pusat Digital Talent Indonesia di sembilan lokasi, yaitu di Cikarang, Bandung, Manado, Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar, dan Banjarmasin.

Pembangunan DTC dengan prioritas skala pertama akan berada di Papua, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Jambi.

Hary mengatakan bahwa pembangunan DTC di setiap provinsi ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan talenta digital di Indonesia yang masih jauh dari cukup.

“Yang melatarbelakanginya adalah talent digital di Indonesia yang masih kurang, Presiden pernah mengatakan kita ini butuh sembilan juta digital talent di tahun 2030 versi World Bank,” katanya kepada wartawan dalam diskusi ‘Ngopi Bareng’ di Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 5/7/2024.

Setelah melakukan riset dalam negeri, Hary menjelaskan, Kominfo akhirnya mengetahui seberapa besar kebutuhan talenta digital di Indonesia.

“Kebutuhan akan digital talent Indonesia mulai tahun 2023-2030 itu sekitar 2,7 juta. Saat ini jumlah talent digital tersedia sebanyak 9,3 juta, sedangkan kebutuhannya mencapai 12 juta,” ucapnya

Namun, lanjut Hary, saat ini DTC yang sudah melangsungkan pelatihan pertama berada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, karena sudah memiliki peralatan standar digital untuk para peserta.

“Saat ini di Indonesia yang sudah siap jadi DTC itu ada di Cikarang, di sana sudah memiliki equipment atau standar pelatihan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPPTIK Kominfo Hamdani Pratama, menerangkan bahwa ada beberapa alasan Cikarang menjadi daerah pertama yang dibangun DTC.

“Karena terletak di tengah-tengah kawasan industri Cikarang, dan banyak peserta pelatihan itu berasal dari SMA/K sekitar. Kemudian juga kita ada kerja sama dengan beberapa industri sekitar, seperti MM2100, industri Jababeka, Hyundai dan lainnya,” tuturnya.

Setiap tahunnya, DTC Cikarang menargetkan pelatihan untuk 10 ribu peserta. Hamdani menjelaskan bahwa setiap pelatihan memiliki tema pembelajaran yang berbeda, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah.

“Seperti office, operator, grafik design, programmer, Web design dan sebagainya hingga pelajaran khusus seperti AI hingga IT,” katanya.

Sementara itu, talenta digital yang sudah tersertifikasi oleh Kominfo akan direkrut oleh beberapa lembaga atau perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah atau dapat mencari pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka sendiri.*

Laporan Novia Suhari