Kamis, 12 Februari 2026
Menu

Israel Resmi Gabung Board of Peace

Redaksi
Israel bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Keamanan, pada Rabu, 11/2/2026. | X/Twitter @netanyahu
Israel bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Keamanan, pada Rabu, 11/2/2026. | X/Twitter @netanyahu
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Israel bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Keamanan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Rabu, 11/2/2026 waktu setempat usai kunjungan ke Washington.

Netanyahu dalam pernyataan yang diunggah di platform X mengatakan bahwa dirinya sudah menandatangani dokumen keanggotaan Israel dalam badan itu.

“Saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota ‘Board of Peace‘,” tulis Netanyahu.

Terlihat di hari yang sama usai pertemuannya dengan Rubio memperlihatkan keduanya memegang sebuah dokumen yang telah ditandatangani Netanyahu. Usai agenda dengan Rubio, Netanyahu juga menggelar pembicaraan dengan Trump, termasuk membahas isu Iran.

Sebagai informasi, Board of Peace (BoP) dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada pertengahan November lalu. Resolusi tersebut memberikan mandat kepada badan tersebut, bersama negara-negara yang bekerja dengannya, untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Wilayah itu sejak Oktober berada dalam situasi gencatan senjata yang rapuh, berdasarkan rencana Trump yang disetujui oleh Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas.

Dalam kerangka rencana Gaza versi Trump, Board of Peace dimaksudkan untuk mengawasi pemerintahan sementara di Gaza. Tetapi, Trump lalu menyatakan bahwa dewan itu dengan dirinya sebagai Ketua, akan diperluas perannya untuk menangani konflik global.

Diketahui, rencananya pertemuan pertama Board of Peace akan digelar pada 19 Februari di Washington, dengan agenda utama membahas rekonstruksi Gaza.

Walaupun demikian, pembentukan dewan ini menuai kritikan tajam. Sejumlah pakar hak asasi manusia menilai keterlibatan Trump dalam mengawasi sebuah badan yang mengatur urusan wilayah asing menyerupai struktur kolonial.

Kehadiran Israel dalam dewan itu diperkirakan akan memicu kecaman lebih lanjut, memandang tidak ada perwakilan Palestina di dalamnya.

Sejak dibuat pada akhir Januari, beberapa negara merespons undangan Trump untuk bergabung dengan dewan ini secara hati-hati. Banyak ahli juga menyuarakan kekhawatiran bahwa Board of Peace berpotensi melemahkan peran PBB. *