Kamis, 12 Februari 2026
Menu

Warga Pati Datangi KPK, Sampaikan Syukuran dan Terima Kasih Atas OTT Sudewo

Redaksi
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Muhammad Saiful Huda di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 12/2/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Muhammad Saiful Huda di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 12/2/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Puluhan warga Kabupaten Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 12/2/2026.

Kedatangan mereka untuk mengapresiasi sekaligus mendukung penuh pengusutan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo.

Pantauan di lokasi, massa tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan dua bus. Mereka datang mengenakan atribut sederhana dan membentangkan spanduk dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Muhammad Saiful Huda mengatakan, rombongan yang hadir berjumlah sekitar 89 orang.

“Kami datang sekitar 89 orang dengan dua bus. Kami hadir ini sebagai bentuk syukuran dan bentuk terima kasih kami kepada KPK,” ujar Saiful di depan Gedung KPK.

Menurut dia, apa yang terjadi pada Sudewo harus menjadi pelajaran bagi seluruh institusi pemerintahan, khususnya di wilayah Kabupaten Pati.

“Apa yang terjadi pada Bapak Sudewo menjadi sebuah pelajaran bagi semua institusi wilayah di pemerintahan di Kabupaten Pati,” kata dia.

Saiful menyebut, masyarakat Pati telah geram terhadap praktik-praktik korupsi yang terjadi di daerahnya. Ia berharap kasus tersebut dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Masyarakat Pati sudah geram dengan praktik-praktik korupsi. Semoga apa yang terjadi di Pati menjadi inspirasi bagi masyarakat di luar Pati. Karena perilaku korup adalah musuh kita bersama,” ucapnya.

Di samping itu, ia menilai, penguatan pemahaman dan kesadaran antikorupsi di tingkat desa penting sebagai langkah preventif agar praktik serupa tidak terulang di kemudian hari.

Setelah menyampaikan aspirasi di depan Gedung KPK, perwakilan aliansi yang berjumlah lima orang diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak KPK.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan dukungan terhadap pengusutan tuntas perkara, serta mendorong adanya pendidikan dan pelatihan antikorupsi bagi masyarakat Pati berbasis perwakilan pedesaan.*

Laporan oleh: Muhammad Reza