Senin, 09 Februari 2026
Menu

Prabowo Klaim Tak Akan Mundur Berantas Korupsi di Hadapan Warga NU

Redaksi
Presiden Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILANPresiden Prabowo Subianto mengklaim, tidak akan mundur dalam memberantas korupsi dan pencurian sumber daya alam di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8/2/2026.

Mulanya, ia mengatakan bahwa sejak dirinya dilantik sebagai Kepala Negara pada 20 Oktober 2024, banyak masyarakat yang belum menikmati kekayaan alam Indonesia. Kekayaan itu, kata dia, justru pergi ke luar negeri.

Meski begitu, ia mengklaim bahwa dirinya siap untuk melawan praktik korupsi yang merugikan negara. Untuk itu, Prabowo menyatakan tidak akan ragu memberantas korupsi, penipuan, manipulasi, serta pencurian terhadap kekayaan yang seharusnya dinikmati rakyat Indonesia.

“Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur setapak pun,” ujar Prabowo di hadapan warga NU.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan amanat Konstitusi di mana Presiden harus melindungi masyarakatnya dari ancaman fisik dan sosial, yakni kemiskinan dan kelaparan.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan bahwa tujuan tersebut dapat tercapai jika kekayaan negara dikelola dengan baik. Dirinya lantas menegaskan pentingnya mencegah kebocoran kekayaan negara.

“Dan saya telah bersumpah di hadapan Yang Maha Kuasa bahwa saya akan setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia selama masih ada napas di kandung badan saya. Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa, baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera,” katanya.

Ia lantas mengajak masyarakat untuk bersatu dalam menuju Indonesia yang lebih adil. Sebab, kata dia, persatuan merupakan modal untuk keluar dari kemiskinan.

“Dan apabila kita berani, apabila kita pandai, apabila kita bertekad, insyaallah kekayaan kita cukup untuk seluruh rakyat Indonesia hidup dalam keadaan sejahtera,” katanya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi