OTT KPK di PN Depok, MA Benarkan Wakil Ketua PN Terciduk
FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Barat. OTT tersebut dilakukan di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT terhadap aparat penegak hukum (APH) di Depok.
“Iya, OTT APH di Depok. Yang pasti ada penangkapan hakim di Depok,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Jumat, 6/2/2026.
Ketika ditanya apakah penangkapan tersebut berkaitan dengan penanganan perkara yang sedang ditangani di PN Depok, Fitroh mengiyakan.
“Yap,” katanya singkat.
Namun demikian, Fitroh belum memerinci lebih lanjut apakah perkara yang diduga diperdagangkan tersebut merupakan perkara pidana atau perdata.
Dalam kegiatan OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga berkaitan dengan praktik jual-beli perkara.
“Ada ratusan juta,” kata Fitroh.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa dalam OTT keenam KPK sepanjang tahun 2026 tersebut, terdapat perpindahan uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum.
“Ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya, APH di sini ya, seperti itu,” ujar Asep.
Belakangan, Mahkamah Agung (MA) mengonfirmasi bahwa pihak yang terjaring OTT KPK di Depok merupakan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BS).
Juru Bicara MA Yanto mengatakan OTT tersebut terjadi pada Kamis malam.
“Iya, infonya betul” kata Yanto kepada wartawan, Jumat, 6/2.
Namun demikian, Yanto mengaku belum mengetahui secara rinci siapa saja pihak lain yang turut diamankan bersama Bambang Setyawan dalam OTT tersebut. MA, kata dia, berencana menyampaikan keterangan resmi terkait penangkapan itu pada awal pekan depan.
“Saya belum tahu detailnya, yang jelas wakilnya. Senin akan ada press release karena pimpinan MA masih berada di Yogyakarta,” kata Yanto.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi
