PAN Nilai Multipartai Ekstrem Dampak Penghapusan Ambang Batas Tetap akan Terkonsolidasi
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menanggapi wacana penghapusan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen yang dinilai berpotensi memunculkan sistem multipartai ekstrem.
Menurut Eddy, meski ambang batas parlemen dihapus, sistem kepartaian tetap akan mengalami konsolidasi secara alamiah melalui mekanisme pemilihan umum. Ia menilai, tidak semua partai yang ikut pemilu otomatis dapat menempatkan wakilnya di DPR.
“Karena nanti bisa saja partainya besar, tetapi untuk mendapatkan nilai atau jumlah suara untuk satu kursi sah di DPR, belum tentu juga partai itu bisa mencapai,” katanya, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5/2/2026.
Ia menegaskan, kondisi tersebut akan memunculkan seleksi alamiah dalam sistem kepartaian nasional. Dengan begitu, kekhawatiran terhadap multipartai ekstrem dinilai tidak sepenuhnya beralasan.
Lebih lanjut, Eddy menekankan pentingnya menjunjung tinggi kesetaraan nilai suara rakyat dalam pemilu. Menurutnya, suara yang diberikan pemilih harus memiliki bobot yang sama, terlepas dari apakah calon legislatif yang didukung terpilih atau tidak.
“Yang penting bagi saya adalah suara yang diberikan masyarakat untuk mendukung caleg A dari partai A yang akhirnya tidak terpilih, itu sama nilainya dengan caleg B dari partai B yang akhirnya terpilih,” jelasnya.
Oleh karena itu, Eddy menegaskan bahwa hak pilih masyarakat tidak seharusnya dikurangi melalui mekanisme ambang batas parlemen.
“Jadi hak itu jangan kita kemudian kurang-kurangi,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
