Jumat, 03 April 2026
Menu

Istana soal Sikap Prabowo Usai IHSG Ambruk: Tidak Marah, Kita Cari Jalan Keluarnya

Redaksi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi | Dok BPMI Setpres/Rusman
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi | Dok BPMI Setpres/Rusman
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan respons Presiden Prabowo Subianto terkait terjun bebasnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu dan berlanjut pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Adapun IHSG sempat terjun bebas sampai mengalami penghentian sementara aktivitas perdagangan saham atau trading halt dua kali berturut-turut.

Prasetyo mengatakan bahwa Prabowo justru tidak menunjukkan kemarahan atas anjloknya IHSG. Maka, semua orang juga seharusnya bisa berperilaku demikian.

“Nggak ya (Prabowo tidak marah), seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya (tidak marah), bukan hanya Presiden,” ujar Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2/2026.

Prasetyo menyebut bahwa anjloknya IHSG ini harus dipahami menyeluruh dengan melihat faktor-faktor yang melatarbelakangi. Dengan demikian, pemerintah bisa mencari solusi yang tepat.

“Tetapi kan kita perlu pahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG kita sangat signifikan kan begitu. Nah, itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” kata Prasetyo.

Di samping itu, Pras memandang bahwa peristiwa ini bisa menjadi momentum perbaikan. Dengan demikian, sesuai dengan arahan Presiden, kini pemerintah sudah turun tangan untuk menangani masalah pasar modal yang sedang babak belur ini. Kata dia, pemerintah sudah mengambil sejumlah keputusan untuk melakukan reformasi dan perbaikan regulasi supaya pasar saham Indonesia menjadi lebih terbuka, transparan, dan kredibel.

“Dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia,” tutur Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo pun mengajak kepada semua pihak untuk dapat berpikir optimis.

“Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua ya,” katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut bahwa lembaganya juga ikut memantau anjloknya nilai IHSG yang terjadi secara mendadak dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun IHSG sempat mengalami dua kali trading halt imbas dari pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia.

“Kita Kejaksaan juga tetap memantau atau memonitor adanya kejadian-kejadian, seperti salah satunya adalah kejatuhan atau anjloknya IHSG secara mendadak dalam waktu satu-dua hari itu,” ujar Dirdik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarif Sulaeman Nahdi, Jumat, 30/1.

Menurutnya, seluruh peristiwa yang berdampak pada kepentingan umum menjadi perhatian oleh Korps Adhyaksa. Ia menegaskan, pemantauan tersebut tidak terbatas pada IHSG semata.

“Itu tetap dalam pantauan kami. Semua kita telaah. Pokoknya semua yang bersangkutan dengan kepentingan masyarakat umum, itu pasti kita pantau,” katanya.

Saat ditanya mengenai langkah konkret yang akan diambil Kejagung terkait anjloknya IHSG, Syarif belum memberikan penjelasan lebih lanjut.*