Selasa, 07 April 2026
Menu

Stok Beras RI Cukup, Mentan Pastikan Aman hingga Tahun Depan

Redaksi
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 4,6 juta ton. Bahkan, pemerintah optimistis jumlah tersebut dapat meningkat hingga 5 juta ton dalam waktu dekat.

Menurut Amran, jika ditotal dengan cadangan beras yang tersimpan di rumah tangga, hotel, dan restoran sebesar 12,5 juta ton, serta potensi produksi dari tanaman yang belum dipanen (standing crop) setara 11 juta ton, maka total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton.

“Kalau kita bagi dengan kebutuhan konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan, maka stok ini cukup untuk 10 hingga 11 bulan ke depan, atau hingga Januari tahun depan,” katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026.

Ia juga menambahkan, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak fenomena El Niño. Dalam kondisi tersebut, produksi beras diperkirakan masih dapat mencapai minimal 2 juta ton per bulan. Dengan asumsi El Niño berlangsung selama enam bulan, maka total produksi tambahan bisa mencapai 12 juta ton.

“Artinya, dengan persiapan yang kita miliki hingga 10–11 bulan, kondisi pangan kita aman. Apalagi panen puncak diperkirakan terjadi pada Februari tahun depan,” ujarnya.

Terkait stabilitas harga, yang mana ketersediaan stok memang tidak selalu berbanding lurus dengan harga. Namun, kata Amran, data bisa menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Ia menilai, beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam dua tahun terakhir.

“Kita pakai data, jangan pakai rasa. Selama dua tahun terakhir di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, beras bukan lagi penyumbang utama inflasi. Sebelumnya, beras selalu masuk tiga besar bahkan nomor satu,” tegasnya.

Sementara itu, untuk menjaga stabilitas harga pangan hingga tahun depan, pemerintah akan terus menggulirkan sejumlah program, seperti Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, pemerintah juga berencana membangun gudang penyimpanan beras di daerah-daerah yang minim produksi, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Ambon.

“Anggaran untuk pembangunan gudang tersebut mencapai Rp5 triliun dan sudah mendapat persetujuan Presiden,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari