Selasa, 07 April 2026
Menu

Iran: Selat Hormuz akan Dibuka Kembali, Jika Pendapatan untuk Ganti Kerusakan Akibat Perang

Redaksi
Selat Hormuz | Ist
Selat Hormuz | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil bidang komunikasi dan informasi di Kantor Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, mengungkapkan syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut  Tabatabaei, selat strategis itu akan dibuka hanya usai pendapatan Iran dari biaya transit telah menutupi kerugian akibat perang yang dimulai usai Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali apabila sebagian dari pendapatan transit digunakan untuk mengganti semua kerusakan yang disebabkan oleh perang yang dipaksakan,” kata Tabatabaei  dalam unggahannya di media sosial X.

Ia juga turut mengkritik keras Presiden AS Donald Trump yang terus membual, walaupun telah memulai perang skala penuh di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, Selat Hormuz tidak akan sama seperti sebelum perang.

“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” ujar IRGC dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip dari Al Jazeera.

IRGC mengklaim bahwa pihaknya berada pada tahap akhir persiapan operasional untuk “tatanan baru” di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari usai komite parlemen Iran menyetujui rancangan Undang-Undang untuk memberlakukan biaya transit pada kapal yang melewati jalur perairan utama tersebut.

Menurut laporan media Iran, proposal itu mencakup biaya transit yang harus dibayar dalam mata uang nasional Iran.

Terdapat larangan transit untuk AS dan Israel, hingga pembatasan terhadap negara-negara yang berpartisipasi dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Rencana itu juga mencakup ketentuan terkait kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kewenangan angkatan bersenjatanya, keamanan maritime, isu lingkungan, dan kerja sama hukum dengan Oman.

Sebagai informasi, sebanyak 15 kapal berhasil melewati Selat Hormuz selama 24 jam terakhir pada Minggu, 5/4/2026.

Dilansir oleh Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan, kapal-kapal melalui jalur perairan strategis usai menerima izin dari pihak berwenang Iran.

Tetapi, tidak ada rincian mengenai negara mana saja yang kapalnya diizinkan melintas dalam periode waktu itu.

Walaupun demikian, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih 90 persen lebih rendah dibandingkan sebelum perang. *