Kamis, 02 April 2026
Menu

Tiga Prajurit TNI Tewas, Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Serangan Israel ke Lebanon

Redaksi
Bendera PBB | Dok. Reuters
Bendera PBB | Dok. Reuters
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras terhadap serangan Israel yang mengakibatkan tewasnya tiga prajurit TNI personel Pasukan Perdamaaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Di samping itu, Dewan Keamanan PBB pun menyampaikan rasa belasungkawanya untuk Indonesia dan keluarga tantara yang tewas.

“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia,” ungkap Dewan Keamanan PBB dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 2/4/2026.

Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga menyinggung lima tantara perdamaian PBB yang mengalami luka akibat serangan-serangan di Lebanon, dan insiden yang mempengaruhi posisi UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian PBB, kata Dewan Keamanan, mengalami luka “di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di sepanjang Blue Line”.

Adapun Blue Line merujuk kepada “garis penarikan” sementara yang panjangnya 120 kilometer yang ditetapkan PBB pada 7 Juni 2000 untuk mengonfirmasi penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

“Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka. Memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional, dan menyampaikan apresiasi mendalam mereka kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL,” tulis Dewan Keamanan PBB.

Kemudian, Dewan Keamanan PBB kembali menegaskan dukungan mereka sepenuhnya untuk UNIFIL.

Dewan Keamanan PBB pun menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan para personelnya, fasilitas, hingga kebebasan bergerak sesuai dengan hukum internasional, termasuk menahan diri dari tindakan yang bisa membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB juga menekankan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. PBB pun didesak untuk melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut lewat UNIFIL sambil terus menginformasikan kepada negara-negara yang berkontribusi sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Pernyataan ini juga menyerukan implementasi penuh terkait Resolusi 1701 dan menegaskan lagi dukungan yang kuat untuk kedaulatan, kemerdekaan, integritas territorial, dan persatuan Lebanon.*