Rabu, 18 Maret 2026
Menu

Soal Rencana Pemotongan Gaji Menteri-Anggota DPR, Istana: Sedang Kita Detailkan Kajiannya

Redaksi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta | Novia Suhari/ Forum Keadilan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta | Novia Suhari/ Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pemerintah mulai mendetailkan kajian pemotongan gaji jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di tengah krisis global untuk dapat menekan defisit anggaran.

“(Opsi itu) Sedang kita detailkan kajiannya,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pasca memimpin rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa, 17/8/2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa opsi tersebut dipelajari untuk ketahanan bangsa walaupun Indonesia saat ini belum memasuki masa krisis.

Ia mengatakan, Indonesia terus menjaga pasokan BBM cukup hingga 21-25 hari ke depan sesuai dengan standar nasional yang menyesuaikan kapasitas penyimpanan (storage).

“Meskipun sesungguhnya dari sisi pasokan BBM, kita tidak perlu khawatir, karena itu stok aman. Yang kemudian disampaikan juga Menteri ESDM, Dirut Pertamina, stok cadangan kita, sekian hari itu bukan berarti setelah itu habis minyaknya, itu kan mekanisme yang storage ya, penyimpanan yang begitu kosong itu diisi lagi, begitu kosong diisi lagi,” terangnya.

Pemerintah juga berencana mengurangi konsumsi BBM, salah satu caranya dengan bermigrasi menggunakan transportasi publik.

Ia menyadari, Indonesia harus menjadikan krisis global sebagai pembelajaran berharga untuk menghemat pengeluaran dan belanja negara.

“Kan banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM, misalnya bagaimana kita migrasi ke transportasi publik, bagaimana mengurangi atau membatasi pemakaian kendaraan dinas, pelat merah itu. Jadi begitu-begitu, sedang kita finalkan,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan akibat eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Penghematan tersebut mengacu pada Langkah Pakistan dalam menangani krisis yang dinilai konflik antara Iran vs AS-Israel sebagai situasi krisis dan menyebutnya critical measures.

“Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 13/3/2026.

Prabowo menegaskan bahwa penghematan tetap perlu dilakukan walaupun situasi saat ini belum mencapai tingkat terburuk agar defisit APBN tidak membengkak lebih lanjut akibat kenaikan harga minyak dunia pasca konflik.

Prabowo menjelaskan, sejumlah Langkah yang dapat dilakukan adalah memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk melakukan efisiensi, hingga menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar.

“Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid-19, berhasil kita. Dan kita mampu,” lanjutnya.

“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,” pungkasnya. *