Senin, 16 Maret 2026
Menu

Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Tersebar di Medsos, DPR: Bisa Timbulkan Salah Paham

Redaksi
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (tengah) bersama jajaran Komisi III DPR RI, di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16/3/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (tengah) bersama jajaran Komisi III DPR RI, di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16/3/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, menanggapi beredarnya foto versi Artificial Intelligence (AI) terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, di media sosial.

Habiburokhman menilai, penyebaran gambar AI tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan bahkan kesalahpahaman di tengah masyarakat jika tidak segera diluruskan.

“Ya saya pikir bisa bahaya ya AI ini apabila kita biarkan, bahkan kita ikut menyebarkan. Karena bisa membingungkan masyarakat. Yang saya khawatir bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16/3/2026.

Politisi Gerindra itu mengkhawatirkan adanya tindakan yang tidak diinginkan, misalnya apabila ada orang yang wajahnya mirip dengan gambar yang beredar.

“Ada orang yang mirip begitu kan bisa saja digebukin rame-rame nanti. Ini yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Habiburokhman meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya bidang humas, untuk secara aktif mengklarifikasi serta memberikan penjelasan kepada publik terkait informasi yang beredar mengenai kasus tersebut.

Menurutnya, Kepolisian harus responsif dalam meng-counter informasi yang tidak tepat agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Saya minta Polri khususnya bidang Humas untuk secara gencar meng-counter lalu menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat,” ucapnya.

Habiburokhman mengaku sempat mengira gambar yang beredar tersebut merupakan foto asli hingga akhirnya mendapat penjelasan dari pihak Kepolisian bahwa gambar tersebut merupakan hasil AI.

“Saya saja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran. Ternyata setelah saya cek dan telepon teman-teman di Polri, mereka bilang itu AI. Jadi apalagi di masyarakat,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin agar pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus segera tertangkap. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar niat baik tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru.

“Kita berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang ingin pelaku segera tertangkap. Niatnya pasti baik, tapi harus tetap berhati-hati. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari