Rismon Minta Maaf ke Jokowi, Gibran: Kedewasaan Dalam Berdemokrasi
FORUM KEADILAN – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf Rismon Hasiholan Sianipar pada kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayahnya.
Gibran mengaitkan hal itu dengan buan suci Ramadan untuk saling memaafkan.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” kata Gibran dalam keterangannya, Kamis, 12/3/2026.
Gibran juga menghargai sikap Rismon yang sudah mengklarifikasi hingga meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
“Langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Rismon Hasiholan Sianipar mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kesalahan saat meneliti keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Rismon pun mengoreksi hasil penelitiannya yang diterbitkan dalam buku Jokowi’s White Paper tersebut.
Ia mengaku sudah melakukan penelitian lanjutan usai buku Jokowi’s White Paper terbit yang hasil penelitian lanjutan tersebut mementahkan kesimpulan yang dituangkan di buku Jokowi’s White Paper.
“Sebagai peneliti independen dan bertanggung jawab, tidak bias, tidak ada kaitan dengan afiliasi politik apapun, maka seorang peneliti itu harus bisa menyatakan kesalahannya dan mengoreksi hasilnya sendiri,” ujar Rismon usai menemui Jokowi di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 12/3/2025 sore.
Ia menegaskan bahwa penelitiannya menggunakan metode baku yang biasa digunakan dalam forensic digital.
“Metodologinya itu saya nyatakan confirmed dan itu bisa menjadi kasus pembelajaran di departemen-departemen dan kuliah-kuliah,” lanjutnya.
Validitas hasil penelitian tak hanya ditentukan dengan metodologi yang digunakan. Rismon menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat diperlukan objek yang tepat.
Dalam penelitiannya di buku Jokowi’s White Paper, Rismon menggunakan foto ijazah yang diunggah oleh kader PSI, Dian Sandi Utama. Ia menerangkan foto itu sudah mengalami perubahan bentuk karena sudut pengambilan gambar dan pencahayaan.
“Kesalahan fatal yang saya lakukan adalah tidak melibatkan operasi-operasi atau variabel geometri untuk mendapatkan kesimpulan, yaitu operasi translasi atau pergeseran, rotasi atau perputaran, maupun pencahayaan,” tuturnya.
Rismon mengaku usai buku Jokowi’s White Paper terbit, ia melakukan penelitian lanjutan dan hasilnya menyimpulkan bahwa tidak ada kejanggalan dalam ijazah Jokowi.
“Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi’s White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga,” tegasnya.
Rismon mengaku juga meminta maaf kepada Jokowi atas tudingan ijazah palsu.
“Tentu saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo,” tandasnya. *
