Kamis, 12 Maret 2026
Menu

Usai Suguhkan MBG Lele Mentah, SPPG Pamekasan Dihentikan Sementara

Redaksi
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah dan tempe-tahu yang disuguhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu, Buddagam, Pamekasan | Ist
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah dan tempe-tahu yang disuguhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu, Buddagam, Pamekasan | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Viral di media sosial video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah dan tahu-tempe. Dengan adanya peristiwa ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu, Buddagam, Pamekasan yang memproduksi menu tersebut.

Keputusan ini diambil setelah ada laporan menu yang tidak sesuai dan memicu penolakan dari pihak sekolah. Dengan adanya laporan ini, BGN langsung meninjau ke lapangan untuk memeriksa kondisi tersebut.

“Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” ungkap Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro, dalam keterangannya, Kamis, 12/3/2026.

Keputusan penghentian ini, jelas Dony, dilakukan sebagai wujud tindak lanjut evaluasi serta perbaikan dalam proses pengelolaan dan penyajian makanan. Selama masa penghentian ini, pihak terkait bakal melakukan pembinaan dan perbaikan sistem operasional SPPG tersebut.

“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” jelas Dony.

Diketahui, viral video yang memperlihatkan menu MBG di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jakarta Timur, pada Senin, 9/3/2026 yang berupa lele mentah.

Ahli Gizi di SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa lele marinasi yang digunakan dalam menu MBG hari itu sudah melewati pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas dia.

Adapun SPPG tersebut melayani total 3.329 penerima manfaat. Di antaranya, siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah itu.*