Rabu, 11 Maret 2026
Menu

IRGC akan Blokir Ekspor Minyak ke Negara-negara Sekutu AS Selama Konflik

Redaksi
Juru Bicara IRGC, Ali Mohammad Naini. | Ist
Juru Bicara IRGC, Ali Mohammad Naini. | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN –  Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel selama konflik masih berlangsung.

Juru Bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menjelaskan bahwa pasukan Iran akan memblokir pengiriman minyak ke pihak yang dianggap sebagai musuh hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ini ke pihak musuh dan para mitranya sampai pemberitahuan berikutnya,” ujar Naini seperti dikutip Kantor Berita Tasnim, Selasa, 11/3/2026.

Ia mengatakan bahwa kebijakan itu dapat berubah tergantung perkembangan konflik di kawasan.

Konflik ini berawal pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan tersebut memicu perang yang lalu meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Iran lalu membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel hingga kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Situasi itu juga mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui hampir 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.

Sejak perang pecah, pasukan Iran juga dilaporkan berulang kali menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi perairan itu. Ketegangan tersebut sempat mendorong harga minyak dunia melonjak di atas US$100 per barel, level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Tetapi, harga berbalik turun pada Senin usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan operasi militer kemungkinan akan segera berakhir.

Naini menilai bahwa upaya pihak tertentu untuk menekan harga energi tidak akan bertahan lama selama konflik masih berlangsung.

“Upaya mereka untuk menurunkan dan mengendalikan harga minyak dan gas akan bersifat sementara dan tidak membuahkan hasil,” katanya.

“Perdagangan dalam kondisi perang sangat bergantung pada keamanan,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada Senin malam, Garda Revolusi Iran menyerukan kepada negara-negara lain untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.

IRGC menyatakan negara Arab atau Eropa yang melakukan langkah itu akan diberikan kebebasan melintas di Selat Hormuz hari berikutnya. *