Ahmad Khozinudin: Permohonan Restorative Justice Rismon Sianipar Tak Wakili Kami
FORUM KEADILAN – Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis Ahmad Khozinudin mengungkapkan bahwa pemberitaan yang dikabarkan oleh CNN Indonesia berjudul “Rismon Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi” merupakan kekeliruan.
Hal ini lantaran dalam pemberitaan tersebut, CNN Indonesia menampilkan foto ilustrasi Rismon Hasiholan Sianipar bersama Ahmad Khozinudin, Jemmy Mokolensang dan Petrus Selestinus, yang seolah membuat permohonan restorative justice (RJ) Rismon didampingi oleh pengacara.
Adapun Rismon telah mengajukan permohonan RJ dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada pekan lalu. Kabar ini diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin yang menyebut bahwa RJ telah diajukan pada pekan lalu bersama dengan pengacara Rismon.
“CNN telah keliru dan missleading karena menampilkan foto ilustrasi Rismon Sianipar bersama tim kami (dalam foto terlihat Ahmad Khozinudin, Jemmy Mokolensang dan Petrus Selestinus). Seolah-olah, kabar Rismon mengajukan RJ didampingi pengacaranya, yang dimaksudkan adalah tim kami yang ada dalam foto ilustrasi berita,” ungkap Ahmad Khozinudin lewat keterangannya, Rabu, 11/3/2026.
Khozinudin kemudian menegaskan bahwa Rismon sudah menunjuk tim penasihat hukum baru yang dipimpin oleh Refly Harun.
“Dipimpin oleh Refly Harun dengan kop Surat Kuasa kantor milik Jahmada Girsang. Artinya, kebijakan hukum terkait Rismon Sianipar, baik terkait pengajuan RJ untuk damai dengan Jokowi maupun terkait kasus hukum yang membelitnya terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 Jepang, tak ada kaitannya dengan tim kami, yakni Tim Advokasi Anti Kriminaliasi Akademisi dan Aktivis yang dipimpin Petrus Selestinus selaku Koordinator Litigasi dan Ahmad Khozinudin selaku Koordinator Non Litigasi,” jelas Khozinudin.
Dirinya juga menjelaskan terkait foto yang digunakan CNN Indonesia dalam beritanya. Khozinudin mengaku sudah mengajukan komplain kepada CNN Indonesia melalui jurnalis Elvira Khairunnisa. Menurut Elvira, kata Khozinudin, dirinya saat ini dalam kondisi sakit dan akan meneruskan komplain tersebut kepada redaksi CNN Indonesia.
Selain itu, Khozinudin mengungkapkan pandangan hukum pihaknya terkait permohonan RJ yang diajukan oleh Rismon Sianipar.
“Pertama, sejak kami mendampingi kasus ijazah palsu Jokowi, tim kami tidak pernah membahas opsi damai baik dengan mengajukan RJ atau mengunjungi Jokowi ke Solo. Tim kami bersama klien yang kami tangani, yakni Roy cs (Roy Suryo, Rizal Fadilah, Rustam Efendi, dan Kurnia Tri Royani), konsisten dan berkomitmen untuk membawa perkara ini sampai ke pengadilan demi kepentingan untuk membuktikan kepalsuan ijazah Jokowi didepan pengadilan yang terbuka untuk umum,” jelas dia.
Ia menilai, komitmen tersebut adalah bagian dari tanggung jawabnya kepada seluruh rakyat Indonesia untuk membongkar kasus ini hingga tuntas.
“Agar tidak ada legacy hitam sejarah bangsa yang diwariskan pada generasi selanjutnya, dengan adanya noktah hitam Indonesia pernah dipimpin seorang presiden hingga dua periode yang diduga berijazah palsu,” tuturnya.
Kedua, Khozinudin menegaskan bahwa ia bersama tim sudah tidak lagi bertanggung jawab secara hukum sejak Rismon Sianipar menunjuk penasihat hukum baru, yakni yang dipimpin oleh Refly Harun dan Jahmada Girsang. Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi bertanggung jawab terhadap seluruh keputusan yang diambil oleh Rismon Sianipar, Refly Harun, Jahmada Girsang, dkk.
“Ketiga, meskipun penegasan poin ke-2 tersebut kami sampaikan, namun kami tetap bersinergi dalam perjuangan sepanjang sejalan dengan misi dan visi untuk membongkar ijazah palsu Jokowi. Begitu visi misi berbeda, maka kami menegaskan tetap berada di jalur perjuangan dan menolak berkompromi dengan siapa pun dan dari pihak manapun yang ingin berdamai dengan kepalsuan, kebohongan dan kezaliman,” tegas Khozinudin.
“Keempat, kami kembali menegaskan bahwa al Haq tidak bisa dicampur dengan Al Batil. Dalam momentum Ramadhan ini, kami tetap akan terus melanjutkan perjuangan, meskipun dalam perjalanannya telah banyak pejuang yang berguguran bahkan menjadi bagian dari pengkhianatan,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Puspita Candra Dewi
