Selasa, 10 Maret 2026
Menu

Purbaya Pastikan akan Coret Anggaran MBG yang Tidak Sesuai Kebutuhan

Redaksi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah, di Jakarta, Rabu, 4/2/2026. | Dok Kementerian Keuangan RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah, di Jakarta, Rabu, 4/2/2026. | Dok Kementerian Keuangan RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, pastikan tidak akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun akan mencoret yang tidak produktif.

Menurutnya, anggaran yang dianggap tidak produktif adalah belanja yang tidak berhubungan dengan kebutuhan utama program itu. Purbaya mencontohkan usulan pengadaan kendaraan yang diajukan berulang kali akan dicoret.

“MBG enggak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Itu bagaimana? Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. (Kebutuhan) yang enggak perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan (akan dicoret, red),” ujar Purbaya di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin, 9/3/2026.

Purbaya pun menegaskan pemerintah ingin program MBG dijalankan secara efektif dan efisien.

“MBG enggak kita potong anggarannya, tapi kita pastikan yang belanjakan betul-betul efektif dan efisien,” katanya.

Penjelasan ini disampaikan oleh Purbaya usai ia meninjau Pasar Tanah Abang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi daya beli masyarakat di tengah berbagai pandangan yang mengatakan ekonomi Indonesia yang sedang melemah.

Purbaya mengaku ingin melihat langsung kondisi di lapangan usai sejumlah ekonom menilai daya beli masyarakat melemah dan pasar tradisional terlihat sepi. Berdasarkan data yang dimilikinya, kondisi yang terjadi justru menunjukkan sebaliknya.

“Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita udah resesi, daya beli udah hancur, pasar tradisional hancur gak ada yang datang. Saya ingin cek karena kalau data-data kita (menunjukkan) ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam, ada pembelinya. Saya mau cek itu saja, betul atau enggak,” jelasnya.

Purbaya pun menyimpulkan daya beli masyarakat masih kuat. Oleh karena demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia masih jauh dari krisis maupun resesi. *