Senin, 02 Maret 2026
Menu

Iran Sambut Tawaran Prabowo Jadi Mediator, Tegaskan Indonesia Ambil Sikap Terkait Tindakan AS-Israel

Redaksi
Bendera Iran | Ist
Bendera Iran | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Iran mengungkapkan menyambut tawaran Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadi mediator di tengah konflik negara Timur Tengah dengan Amerika Serikat-Israel.

Sambutan itu tertuang dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta, pada Minggu, 1/3/2026. Dalam rilis tersebut, Iran juga meminta kepada pejabat Indonesia mengambil sikap tegas terkait tindakan AS dan Israel.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian rilis resmi Kedubes Iran.

Mereka kemudian merinci jejak permusuhan AS dan Israel terhadap pemerintahan yang berbasis di Teheran.

Kedubes menjelaskan bahwa permusuhan, intervensi, dan agresi AS terhadap negara Timur Tengah tersebut, telah berlangsung sejak tujuh dekade lalu. Ketengahan itu berawal saat kudeta Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.

Setelah itu, AS memberlakukan sanksi politik hingga ekonomi ke Iran; mendukung organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luar terhadap warga sipil, pejabat politik, militer, dan ilmuwan nuklir Iran; hingga menciptakan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasikan proyek Islamofobia dan Iranofobia di dunia.

AS juga melalui kapal perang USS Vincennes juga pernah menembak pesawat Airbus di Teluk Persia, membunuh komandan Iran pada 2020 di Irak, mendukung serangan Israel di Damaskus pada April 2024, mendukung gempuran Israel ke pusat militer pada Oktober 2024, mendukung Israel dalam serangan pada Juni 2025, dan membajak protes damai sipil pada Januari 2026.

Diketahui sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator dialog di tengah kondisi tegang dan membawa di kawasan Timur Tengah menyusul konfirmasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya siap pergi ke Teheran, Iran.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” dikutip dari akun X @Kemlu_RI, pada Senin, 2/3/2026.

Pemerintah Indonesia pun menyesalkan perundingan AS dan Iran yang gagal dan berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan hingga perdamaian dan keamanan dunia.

Oleh karena demikian, Pemerintah Indonesia menggaungkan kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu.

“WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat,” tambahnya.

Diberitakan, Israel-AS meluncurkan serangkaian serangan gabungan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Israel menyebut serangan itu ditargetkan ke fasilitas kepresidenan, kantor-kantor Kementerian, hingga fasilitas militer Israel.

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya menyatakan sangat mendukung serangan besar-besaran ke Iran dan berjanji menghancurkan angkatan laut dan situs rudal Iran.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa serangan ini bertujuan “menghilangkan ancaman eksistensial”.

Tetapi, Iran tak diam dan melancarkan balasan.

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan sudah melancarkan serangan balasan terhadap empat pangkalan militer AS di Timur Tengah pada Sabtu, 28/2/2026.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, IRGC mengonfirmasi rentetan serangan rudal itu dengan menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik tersebut adalah Pangkalan Udara AL Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuewait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), hingga Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain. *