Senin, 02 Maret 2026
Menu

ABI Nyatakan Duka Atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Sebut Serangan AS–Israel Preseden Berbahaya

Redaksi
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei | ABC News
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei | ABC News
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI) menyatakan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 11 Ramadan 1447 H atau 1 Maret 2026.

Dalam pernyataan sikap resminya, ABI menyebut peristiwa tersebut sebagai kehilangan besar bagi umat Islam serta kekuatan-kekuatan yang selama ini konsisten menentang hegemoni global.

“Kesyahidan Imam Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan seluruh kekuatan yang konsisten menentang hegemoni global,” ujar dia dalam keterangannya kepada Forum Keadilan.

ABI menilai, Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol keteguhan prinsip, konsistensi ideologis, serta keberanian dalam menghadapi dominasi kekuatan global, khususnya AS dan Israel. Kepemimpinannya disebut merepresentasikan garis perlawanan yang menegaskan kemandirian dan martabat bangsa.

Lebih lanjut, ABI memandang serangan terhadap pemimpin negara berdaulat sekaligus rujukan keagamaan bagi jutaan umat sebagai kejahatan politik yang mencederai prinsip kedaulatan negara dan norma dasar kemanusiaan.

“Serangan terhadap pemimpin negara berdaulat menjadi preseden berbahaya yang menggerus fondasi hukum internasional dan memperlihatkan praktik imperialisme modern dalam bentuk nyata,” tulis ABI.

Dalam pernyataan tersebut, ABI juga menegaskan bahwa sejarah Islam menunjukkan darah para syuhada tidak pernah memadamkan perjuangan. Kesyahidan, menurut mereka, justru memperkuat tekad dan komitmen terhadap perjuangan melawan penjajahan serta pembelaan terhadap kaum tertindas.

ABI menyampaikan empat poin sikap resmi menyusul peristiwa tersebut. Pertama, memberikan penghormatan tertinggi kepada Khamenei sebagai “syahid umat” yang dinilai telah menunaikan amanah kepemimpinan dengan konsistensi dan keberanian.

Kedua, menegaskan sikap anti-penjajahan dan penolakan terhadap segala bentuk dominasi serta intervensi asing terhadap bangsa mana pun.

Ketiga, menyerukan konsolidasi solidaritas umat Islam, khususnya pengikut Ahlulbait di Indonesia, dengan memperkuat persatuan dan meningkatkan literasi politik di tengah dinamika global yang dinilai kian kompleks.

Keempat, mengajak penyelenggaraan majelis doa dan tilawah Al-Qur’an selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan spiritual.

ABI menutup pernyataannya dengan doa agar seluruh amal dan perjuangan Khamenei diterima, serta umat diteguhkan dalam melanjutkan perjuangan menegakkan keadilan dan martabat kemanusiaan.

Sebelumnya, media-media Iran pada Ahad, 1/3, melaporkan gugurnya Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Khamenei gugur dalam serangan AS-Isrel pada Sabtu, 28/2.

Salah satu situs berita Iran yang melaporkan hal ini adalah Tasnim News. Sementara Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan kabinet telah mengumumkan dua kebijakan pertama, yakni, 40 hari berkabung nasional dan tujuh hari hari libur setelah gugurnya Pemimpin Revolusi tersebut.*

Laporan oleh: Muhammad Reza