Selasa, 24 Februari 2026
Menu

Sugiono Tegaskan Kirim Pasukan ke Gaza untuk Lindungi Warga Sipil Palestina

Redaksi
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, di High-Level Segment Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-61 di Jenewa, Swis, Senin, 23/2/2026. | Dok Kementerian Luar Negeri RI
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, di High-Level Segment Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-61 di Jenewa, Swis, Senin, 23/2/2026. | Dok Kementerian Luar Negeri RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, kembali menekankan rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza dalam misi International Stabilization Force (ISF) adalah untuk melindungi warga sipil Palestina.

“Kita akan melindungi warga-warga sipil di sana, dan berupaya untuk melakukan langkah-langkah humanitarian assistance (bantuan kemanusiaan) di sana. Jadi, kita bergerak dalam kerangka tersebut di ISF,” ujar Sugiono, di sela-sela sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swis, Senin, 23/2/2026.

Sugiono menjelaskan, Indonesia mengirim pasukan dalam ISF dengan batasan nasional yang jelas, yaitu sebagai penjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Pasukan Indonesia harus mendapatkan mandate yang jelas dan persetujuan yang jelas dari otoritas Palestina.

“Yang pasti, kita juga sudah menyampaikan national caveat kita bahwa kita tidak akan melakukan operasi militer terhadap siapa pun,” lanjutnya.

Diketahui, pemerintah Indonesia siap mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bersama Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lain di Washington D.C, AS pekan ini.

Prabowo pun berkomitmen, jumlah yang dikirim bisa lebih dari 8.000 orang tergantung dengan kebutuhan.

“Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” kata Prabowo, Kamis, 19/2/2026.

Pengiriman pasukan tersebut rencananya akan terealisasi dalam dua bulan ke depan. *